Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj. Foto: MI/Galih Pradipta
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj. Foto: MI/Galih Pradipta

Said Aqil: PBNU Ingin Teguhkan Islam Nusantara

Cahya Mulyana • 01 Agustus 2015 23:02
medcom.id, Jombang: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj menjelaskan PBNU ingin meneguhkan Islam Nusantara. Yakni, Islam yang harmonis dengan tradisi, kearifan, dan budaya. 
 
Menurutnya, Islam yang berperadaban itu terus melahirkan sikap saling menghormati, toleran, dan mengembangkan peradaban. Said menambahkan Islam Nusantara mewariskan persatuan bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesaturan Reublik Indonesia. 
 
"Harus ditegaskan NU berada di belakang pemerintah, siapa pun presidennya. Ketika NU mendukung kebijakan Presiden bukan berarti koalisi, mengkritisinya bukan berarti oposisi," tegas Said dalam sambutan pembukaan muktamar ke-33 NU, di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2015).

Selain itu, profesor pertama yang menjadi Ketua PBNU itu menegaskan, NU menjaga kebhinekaan dan toleransi. Sehingga, perbedaan menjadi harta untuk dijaga. 
 
"Tidak ada permusuhan kecuali kepada pelanggar hukum. Nabi Muhammad menegaskan nyawa, harta, martabat itu suci, maka siapa pun yang melecehkannya, itu artinya melecehkan Islam," paparnya.
 
Menurutnya, NU harus memperkuat ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah menghadapi perkembangan zaman. Sehingga Ketua NU sejak dulu harus memiliki pemahaman pesantren yang ditradisikan pendiri NU. 
 
"Sebab dalam nilai garis berpikir dan bertindak harus didasarkan pada budaya pesantren," ungkapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan