Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.

Pemerintah Diminta Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Soal Kanker

Nasional kanker penyintas kanker Lestari Moerdijat
Theofilus Ifan Sucipto • 25 Oktober 2020 14:16
Jakarta: Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, mendorong pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat soal bahaya kanker. Sosialisasi yang masif diperlukan supaya masyarakat memahami bahaya dan pencegahannya.
 
"Informasi mengenai penyakit kanker saat ini masih sangat minim. Padahal dukungan orang-orang di sekitar penderita kanker sangat penting dalam proses pengobatannya," kata perempuan yang akrab disapa Rerie itu dalam acara Cyber Teaching bertema Determinan Sosial Stres dan Kesehatan Masyarakat (Kisah Koping Stres Penyintas Kanker) yang diselenggarakan Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Minimnya informasi tentang kanker, kata Rerie, menyebabkan masyarakat kerap terlambat mengantisipasi gejala-gejala kanker yang muncul. Dia yakin edukasi yang memadai bisa mencegah penambahan pasien kanker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rerie menyebut pemahaman masyarakat mengenai kanker adalah faktor penting dalam proses pengobatan. Program edukasi dan sosialisasi berskala nasional harus dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang kanker.
 
"Dengan melakukan langkah sosialisasi berskala nasional, pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker diharapkan dapat ditingkatkan," ujar politikus Partai NasDem itu.
 
Baca: Ini Daftar Makanan dan Minuman Penyebab Kanker
 
Rerie mengutip data Media Research Center 2020 yang menyebut bahwa hanya 44 persen perempuan yang memeriksakan diri untuk mendeteksi dini kanker payudara. Minimnya angka itu diperparah stigma bahwa penderita kanker dianggap terkena kutukan sehingga harus dijauhi.
 
"Karena tidak paham, keluarga penderita kanker juga kerap tidak memberikan dukungan yang tepat," tutur Rerie.
 
Penyintas kanker payudara Her-2 positif itu mengajak perguruan tinggi ikut membuat konten dan strategi sosialisasi. Supaya edukasi kanker pada masyarakat menjangkau lebih banyak orang.
 
Seluruh relawan yang beranggotakan penyintas kanker juga bisa diajak kerja sama. Mereka bisa berbagi pengalaman dan memotivasi sesama yang terkena kanker.
 
"Penderita kanker itu tidak hanya menderita karena kanker, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan sosial sebagai dampak dari proses pengobatan," ucap Rerie.
 
Rerie mengatakan kalangan akademisi juga memiliki peran penting untuk memberi masukan pada pemangku kepentingan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan pemerintah mampu mendorong peningkatan pemahaman masyarakat soal kanker.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif