Ilustrasi. Penggunaan skuter listrik di jalur khusus sepeda. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Ilustrasi. Penggunaan skuter listrik di jalur khusus sepeda. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Singapura Larang Antar Makanan GrabFood Pakai Skuter Listrik

Nasional grab
Eko Nordiansyah • 08 November 2019 03:30
Jakarta: Pemerintah Singapura resmi melarang GrabFood melayani pesan-antar makanan menggunakanskuter listrik.Larangan tersebut disampaikan Menteri Transportasi Singapura Lam Pin Mim di depan Parlemen setelah terjadinya sejumlah kecelakaan yang melibatkan pengendara skuter listrik dan pejalan kaki.
 
Karena itu, pengendara skuter listrik yang melanggar aturan tersebut akan dikenai denda sebesar 2.000 dolar Singapura atau sekitar Rp20 juta dan ancaman kurungan penjara selama tiga bulan.
 
Dia menyebut pihak berwenang akan bekerja sama dengan Workforce Singapore (WSG) membantu para mitra pesan antar berbasis aplikasi untuk mendapatkan mata pencaharian baru. WSG memiliki banyak jenis program dan jasa untuk membantu warga Singapura mencari pekerjaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Termasuk mereka yang terkena dampak pengumuman ini seperti pengantar makanan yang menggunakan skuter listrik sebagai transportasi utama mereka," ungkap Lam.
 
Seperti dikutip dari The Strait Times, maraknya penggunaan skuter listrik seiring dengan bertumbuhnya bisnis pesan antar makanan berbasis aplikasi, salah satunya yang dijalankan oleh aplikasi GrabFood yang diketahui mendominasi pangsa pasar pesan-antar makanan di Singapura. Mayoritas mitra GrabFood diyakini telah menggunakan skuter listrik untuk mengantarkan pesanan makanan dengan alasan mempercepat pengiriman.
 
Merespons pemberlakuan larangan tersebut, GrabFood menyatakan sejauh ini konsumen telah menerima imbas akibat kebijakan pelarangan tersebut. Imbas itu antara lain, jelas manajemen Grab Singapura, yaitu keterlambatan pengiriman ataupun pembatalan pesanan.
 
GrabFood merupakan satu dari tiga perusahaan jasa pengantaran makanan di Singapura selain Foodpanda dan Deliveroo. Grab menyebut bahwa sepertiga jasa pengantar makanan mengandalkan skuter listrik.
 
Dengan diberlakukan pelarangan tersebut, mereka harus mempertimbangkan moda transportasi lain yang mungkin tidak dapat tersedia dalam waktu dekat.
 
"Selama periode ini, kami berharap pada pengertian konsumen di mana mereka harus menunggu lebih lama untuk pesanannya atau mengalami banyaknya pembatalan pesanan oleh rekan pengantar karena lokasinya yang tidak terjangkau jika harus berjalan kaki," kata juru bicara Grab.
 
Ada sekitar 7.000 pengantar makanan di Singapura yang menggunakan skuter listrik dan sebagian besar disinyalir bekerja untuk Grab. Karena itu, Grab menyebut akan melakukan pendekatan kepada pemerintah untuk melakukan negosiasi perihal petugas pengantar makanan.
 
Sebaliknya, manajemen Deliveroo menyebutkan pihaknya akan memberhentikan petugasnya yang kedapatan menggunakan skuter listrik pada jalur pejalan kaki.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif