medcom.id, Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan akan mengandangkan seluruh Hercules Tipe B. Putusan tersebut diambil setelah pesawat Hercules C-130 tipe B jatuh di Medan, Sumatera Utara, kemarin.
"Untuk sementara, semuanya saya setop flight tipe B, karena usianya sudah 50 tahun," kata Agus kepada Metro TV, Rabu (1/7/2015).
Berdasarkan catatan Media Indonesia, saat ini TNI AU memiliki 20 pesawat Hercules. Tipe B sebanyak 10 buah, dengan perincian 8 unit C-130B dan 2 unit KC-130B. Sisanya, 10 unit model C-130H.
Sebelumnya, Agus mengatakan grounded itu akan dilakukan hingga investigasi kelayakan angkut pesawat tersebut. "Sampai ditentukan kapal tipe B bisa buat mengangkut lagi," ujarnya, kemarin.
Seperti diketahui, pesawat Hercules C-130 A1310 milik TNI AU yang membawa 122 penumpang, sebanyak 12 di antaranya kru, jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni.
Pesawat buatan 1964 itu jatuh sekitar pukul 11.48 WIB atau dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, Kota Medan.
medcom.id, Jakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan akan mengandangkan seluruh Hercules Tipe B. Putusan tersebut diambil setelah pesawat Hercules C-130 tipe B jatuh di Medan, Sumatera Utara, kemarin.
"Untuk sementara, semuanya saya setop flight tipe B, karena usianya sudah 50 tahun," kata Agus kepada Metro TV, Rabu (1/7/2015).
Berdasarkan catatan Media Indonesia, saat ini TNI AU memiliki 20 pesawat Hercules. Tipe B sebanyak 10 buah, dengan perincian 8 unit C-130B dan 2 unit KC-130B. Sisanya, 10 unit model C-130H.
Sebelumnya, Agus mengatakan grounded itu akan dilakukan hingga investigasi kelayakan angkut pesawat tersebut. "Sampai ditentukan kapal tipe B bisa buat mengangkut lagi," ujarnya, kemarin.
Seperti diketahui, pesawat Hercules C-130 A1310 milik TNI AU yang membawa 122 penumpang, sebanyak 12 di antaranya kru, jatuh di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara, Selasa 30 Juni.
Pesawat buatan 1964 itu jatuh sekitar pukul 11.48 WIB atau dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Soewondo, Kota Medan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)