Pemusnahan ayam Isa Brown impor dari daerah terduga flu burung. Foto: Ant/RIVAN AWAL LINGGA.
Pemusnahan ayam Isa Brown impor dari daerah terduga flu burung. Foto: Ant/RIVAN AWAL LINGGA.

Antisipasi Flu Burung, Pemkot Tangerang Semprot Kandang Unggas

Antara • 27 Maret 2015 20:40
medcom.id, Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menyemprot kandang unggas di lingkungan di Perum Puri Permata Taman Buah, Kelurahan Cipondoh. Selain itu, dinas setempat memberikan desinfektan dua liter di kelurahan.
 
"Kami juga telah melakukan pengambilan sampel di Pasar Pagi dan Pasar Kampung Gunung untuk diteliti lebih lanjut," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tangerang, Iis Aisyah Rodiah, di Tangerang, Banten, Jumat (27/3/2015). 
 
Langkah ini dilakukan menyusul meninggalnya dua warga Perum Puri Permata Taman Buah, Kelurahan Cipondoh, berinisial N (40) beserta anaknya berinisial M (2) meninggal dengan gejala mirip flu burung. Mereka meninggal dini hari tadi dan kemarin.

Iis menjelaskan, sejak Kamis (26/3/2015) atau sejak salah satu warga meninggal, tim Kementerian Kesehatan sudah turun ke lapangan untuk penyelidikan epidemiologi dan investigasi. "Kita mengambil investigasi di tiga tempat, yakni rumah korban, rumah sakit, dan lingkungan sekitarnya," jelas Iis.
 
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan HM Subuh menuturkan, kedua warga tidak meninggal bersamaan. Awalnya, sang bapak berinisial N pada 24 Maret mengalami panas dan sesak napas lalu dirujuk ke rumah sakit. Dokter yang merawat mengambil sampel darah dan diketahui hasilnya positif flu burung.
 
Sedangkan sang anak, M, yang mengalami sakit serupa dirujuk ke RS Persahabatan. M meninggal Jumat (27/3/2015) hari ini pukul 4 pagi. "Hasil lab ternyata hasilnya positif," kata Subuh. Dari kejadian itu, Kemenkes dan Dinas Kesehatan serta Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tangerang terjun ke lapangan untuk melakukan investigasi.
 
"Kita sudah melakukan investigasi ke lapangan tempat korban untuk identifikasi sumber dari penyebab adanya virus itu," kata Subuh. Kementerian Kesehatan dan Dinkes Kota Tangerang akan melakukan pengawasan selama 14 hari sejak kejadian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan