Tambang Batu Bara/MI/Denny Saputra.
Tambang Batu Bara/MI/Denny Saputra.

DEN Kecam Kebijakan Energi Prabowo-Hatta

Nasional pemilu presiden
Patricia Vicka • 19 Juni 2014 19:08
medcom.id, Jakarta: Anggota Dewan Energi Nasional, Tumiran, menentang ide calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait rencana mereka untuk mengekspor batu bara. Sebab, di masa mendatang batu bara menjadi tulang punggung industri.
 
Hal ini mengemuka dalam seminar "Solusi Permasalahan Energi Nasional Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/6/2014). Anggota tim sukses capres dan cawapress Prabowo-Hatta bidang energi, Kardaya Warnika, mengatakan jika terpilih Prabowo-Hatta komit untuk meningkatkan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber energi terbesar di masa depan.
 
EBT yang akan dikembangkan adalah pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga panas bumi, dan peningkatan penggunaan biomassa, seperti bioetanol dan biodiesel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di samping ke tiga hal itu, kita akan menggunakan energi fosil, seperti batu bara, untuk kepentingan ekspor. Cadangan batu bara kita masih melimpah. Itu bisa diekspor buat meningkatkan devisa negara," ujar Kardaya.
 
Selain itu, kata Kardaya, selama ini asap hasil pembakaran batu bara telah mengotori udara. "Batu bara kan menghasilkan karbon yang tinggi. Jadi kalau kita ekspor negara kita bisa bersih. Lalu kita bisa maksimalkan panas bumi yang melimpah untuk menghasilkan energi," terangnya.
 
Hal ini ditentang oleh Tumiran. Menurut Tumiran, dalam lima tahun ke depan batu bara akan menjadi andalan kebutuhan energi dalam negeri.
 
"Listrik adalah tulang punggung untuk membangun industri. Pengolahan EBT menjadi energi itu lebih mahal dibandingkan pengolahan batu bara menjadi energi. Maka DEN sudah memasukkan pengoptimalan penggunaan batu bara dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang merupakan turunan dari Kebijakan Energi Nasional (KEN)," tegas Tumiran.
 
Hingga kini Indonesia 24 persen kebutuhan energi dipasok dari batu bara. Sedangkan 49% masih didominasi oleh minyak dan lima persen dipasok dari EBT.
 

(DOR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif