Rutan Mako Brimob tak Layak Buat Napiter

Octavianus Dwi Sutrisno, Kautsar Widya Prabowo 11 Mei 2018 03:19 WIB
kerusuhan penjara
Rutan Mako Brimob tak Layak Buat Napiter
Penjagaan setelah kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Rabu 9 Mei 2018, MI - M Irfan
Depok: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui rumah tahanan (rutan) cabang Salemba di Mako Brimob tidak layak digunakan untuk narapidana teroris (napiter). Sistem keamanan di Mako Brimob dinilai kurang memadai.

"Jadi memang tidak layak, bukan di-design untuk maksimum security standar untuk teroris," ujar Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018.

Jumlah narapidana di rutan Mako Brimob juga membludak. Rutan ini seharusnya hanya untuk  64 hingga 90 narapidana. Namun kenyataannya jumlah napiter sebanyak 155 orang. 


"Jadi sangat sumpek sekali," ucap dia.

Baca: Ketua DPR Ingin Ada Pengamanan Maksimum Napiter

Menurut dia, rutan di Mako Brimob ini awalnya hanya untuk aparat penegak hukum seperti jaksa, polisi, serta hakim yang terjerat kasus pidana. Mereka ditempatkan di Mako Brimob untuk meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan.

Namun, rutan tersebut dipercaya aman. Apalagi, berada di Kompleks Mako Brimob, sehingga terpidana kasus terorisme ikut dijebloskan di rutan ini.

"Saat itu pertimbangannya markas Brimob ini memiliki tempat yang terisolasi, jadi mereka enggak bisa kemana-mana, tapi di dalam tidak layak," pungkas dia.





(AZF)