Direktur Jenderal Hubungan Darat, Budi Setiyadi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Direktur Jenderal Hubungan Darat, Budi Setiyadi. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Operator Truk Masih Membandel

Nasional truk kecelakaan truk
Theofilus Ifan Sucipto • 10 September 2019 15:52
Jakarta: Sejumlah operator truk dinilai masih membandel. Mereka mengeluarkan kendaraan melanggar aturan sehingga rawan menimbulkan kecelakaan, seperti insiden yang terjadi di KM 91 Tol Cipularang beberapa waktu lalu.
 
"Ada beberapa kasus yang kami inventarisir," kata Direktur Jenderal Hubungan Darat, Budi Setiyadi, di Gedung Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 10 September 2019.
 
Budi menyimpulkan ini setelah inspeksi dadakan (sidak) ke beberapa pool truk. Termasuk perusahaan yang terlibat kecelakaan di Tol Cipularang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi menemukan truk yang overdimensi dalam inspeksi mendadak. Idealnya tinggi bak truk adalah satu meter. Namun, tinggi bak truk yang ditemukan di lapangan mencapai satu setengah meter.
 
"Bahkan (bak truk) yang (kecelakaan) di Cipularang kelebihan 70 sentimeter," ujar dia.
 
Operator truk juga ada yang memalsukan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). SRUT merupakan salah satu syarat agar truk bisa melintas di jalan tol.
 
Rancangan truk harus diberikan untuk membuat SRUT. Jika tidak lolos, SRUT tidak akan diterbitkan Dirjen Perhubungan Darat.
 
"Ada juga operator yang tidak memiliki SRUT. Artinya tidak mengikuti mekanisme yang benar," ucap dia.
 
Operator truk juga ada yang memalsukan buku uji KIR. Buku tersebut didapatkan setelah kendaraan memenuhi syarat dimensi.
 
Kendaraan otomatis tidak lolos uji berkala jika tidak memiliki buku tersebut. Operator kemudian berusaha memalsukan buku agar truknya tetap bisa beroperasi.
 
Kepala dinas perhubungan (Kadishub) di wilayah Jabodetabek diminta serius mengantisipasi masalah tersebut. "Kita minta tidak main-main masalah uji berkala," tegas dia.
 
Kasus terakhir ialah operator tidak melengkapi dokumen perizinan penyelenggaraan angkutan barang. Hal itu juga yang ditemukan pada peristiwa kecelakaan di Tol Cipularang. Polisi menemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengendara truk tersebut palsu.
 
"SIM-nya harusnya B1 tapi dinaikkan jadi B2. Operator memanfaatkan kelemahan pengawasan," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif