Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.

Mabes Polri Akui Sulit Mendeteksi Aksi Teror

Nasional Wiranto Diserang
Cindy • 12 Oktober 2019 05:32
Jakarta: Mabes Polri mengakui sulit membendung dan mendeteksi aksi teroris. Terlebih teror dengan pola lone wolf atau bertindak atas dorongan pribadi tanpa instruksi dari jaringannya.
 
"Tidak ada satu negara pun yang bisa melakukan deteksi suspect terduga teroris akan melakukan amaliyah. Dia bisa melakukan amaliyah kapan saja dan di mana saja," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Dedi menjelaskan Detasemen Khusus (Densus) 88 tak bisa serta merta menangkap terduga teroris. Penangkapan menunggu ada cukup bukti terduga itu melanggar hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal yang sama terjadi dengan penanganan pelaku penyerangan kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, SA alias Abu Rara. Standar Operasional Prosedur (SOP) Densus 88 dalam mengamankan terduga teroris yakni saat mereka tengah melaksanakan i'dad.
 
I'dad yang dimaksud Dedi adalah pelatihan perang seperti merakit bom, menggunakan anak panah hingga replika senjata. Jika terduga teroris belum masuk tahap tersebut, penangkapan tak bisa dilakukan.
 
"Sudah lebih dari 17 tahun, kami melakukan preventive strike terhadap kelompok mereka. Tidak mungkin membatasi pejabat publik ketika akan berinteraksi dengan masyarakat, selama ini biasa bersalaman, Itu nanti kita evaluasi," imbuh Dedi.
 
Wiranto diserang orang tak dikenal saat berada di Alun-alun Menes Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019, sekitar pukul 11.30 WIB. Seseorang berpakaian hitam itu tiba-tiba merangsek pengamanan tak lama setelah Wiranto keluar dari mobil dinasnya.
 
Wiranto yang saat itu baru keluar dari mobil untuk bersalaman dengan warga, langsung terjengkang. Saat itu, Wiranto hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian gedung kuliah bersama di Universitas Matlaul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Banten.
 
Akibat perbuatan Abu Rara, Wiranto mendapatkan dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri. Keadaan Wiranto mulai membaik setelah menjalani operasi di RSPAD Gatot Subroto.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif