Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Wamenhan Upayakan Anggaran Industri Pertahanan Naik

Nasional pertahanan pertahanan keamanan
Damar Iradat • 08 November 2019 15:24
Jakarta: Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono akan meminta penambahan anggaran industri pertahanan nasional ke Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia berharap penambahan anggaran membuat industri pertahanan berkembang.
 
"Kita akan berusaha semaksimal mungkin. Yang bisa dilakukan di lokal akan dilakukan. Sedang dihitung (jumlah anggaran)," kata Trenggono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 8 November 2019.
 
Trenggono mengatakan pihaknya akan memberi kesempatan maksimal kepada sejumlah industri pertahanan nasional, seperti PT Pindad, PT PAL, serta PT Dirgantara Indonesia. Trenggono dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau PT Pindad, Rabu, 6 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kasih kesempatan supaya dia jadi lebih cepat maju. Soal kesempatan saja. Kesempatan kasih order," ujar dia.
 
Presiden Joko Widodo meminta Prabowo mengoptimalkan penggunaan anggaran di sektor pertahanan. Jokowi ingin batas minimum essential force (kekuatan pokok minimum) dapat dipenuhi meski impor produk pertahanan atau alutsista dikurangi.
 
Jokowi menyebut Kementerian Pertahanan dapat memprioritaskan belanja dengan membangun produk industri strategis domestik. Misalnya, bekerja sama dengan perusahaan BUMN dan swasta yang bergerak di bidang pembuatan produk militer.
 
Kementerian Pertahanan mendapat alokasi Rp131,2 triliun dalam APBN 2020. Jumlah tersebut naik Rp21,6 triliun ketimbang 2019.
 
Kenaikan seiring kebutuhan anggaran keamanan dan pertahanan. Terutama, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di 270 daerah.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif