Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Ditjen Hubud Pantau Anak Krakatau Demi Keselamatan Penerbangan

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Cahya Mulyana • 01 Januari 2019 23:19
Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan membangun sistem informasi guna menjaga kewaspadaan dan keselamatan penerbangan. Hal tersebut untuk penanganan abu vulkanik dengan naiknya status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III Siaga.
 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan, semburan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berpotensi berdampak terhadap operasional penerbangan yang melewati wilayah tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya telah membuat sistem informasi yakni Integrated Webbased aeronautical Information System Handling (I-wish).
 
“Posisi operasional di bandara terdekat masih berjalan normal namun saya tetap minta untuk memonitor selalu informasi yang disampaikan baik dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG maupun dari source lainnya seperti aplikasi I-WISH”, terang Polana di Jakarta, Selasa, 1 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia meminta jajarannya untuk memonitor secara berkala aktivitas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun, hingga kini Ditjen Perhubungan Udara belum mendapat laporan Notam khusus penutupan bandara dari AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas udara.
 
Baca:Jonan Pastikan Pos Pengamatan Gunung Krakatau Berfungsi Maksimal
 
Pengalihan dan reroute penerbangan sempat dikeluarkan pihak Airnav Indonesia melalui NOTAM A5440/18 perihal Penutupan dan Reroute akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Namun, pengalihan itu hanya beberapa saat saja seiring menurunnya aktivitas gunung tersebut.
 
"Selanjutnya, Airnav agar mendistribusikan informasi kondisi Anak Krakatau melalui NOTAM kepada airlines dan bandara," pungkasnya. (Media Indonesia)
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif