Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Masa Pemulihan di Sulteng Berlangsung Besok

Nasional Gempa Donggala
Achmad Zulfikar Fazli • 26 Oktober 2018 16:07
Jakarta: Masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah sudah berakhir. Status di wilayah bencana gempa dan tsunami itu kini menjadi transisi darurat menuju pemulihan.
 
"Mulai besok memasuki masa transisi darurat ke pemulihan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNPB, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.
 
Status transisi darurat menuju pemulihan itu akan berlangsung selama 60 hari, dari 27 Oktober-25 Desember 2018. Status ini ditetapkan oleh Gubernur Sulteng Longki Djanggola melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 466/25/BPD 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah nanti akan dilanjutkan transisi darurat ke pemulihan berikutnya atau langsung rehabilitasi rekonstruksi, nanti akan melalui pembahasan rapat koordinasi," ucap dia.
 
Saat ini, lanjut dia, penanganan dampak gempa dan tsunami sudah cukup optimal. Pembersihan kota dari bekas-bekas gempa dan tsunami sudah 70 persen.
 
Baca: Korban Tewas Bencana di Sulteng 2.081 Orang
 
Kemudian, sistem air minum akan selesai pada Desember 2018. Pemerintah juga terus mengebut pembangunan hunian sementara dan diperkiranan dalam dua bulan mendatang sudah selesai.
 
"Bidang kesehatan tim satgas mengerahkan dua ribu tenaga medis. Rumah Sakit di sana dapat berfungsi dengan tenaga medik organik," tambah dia.
 
Proses belajar dan mengajar juga akan berjalan di 1.467 tenda darurat. Namun, sejauh ini baru 1.043 tenda yang terbangun. "Proses belajar mengajar sudah 40 persen," ucap dia.
 
Sutopo menekankan penanganan status transisi darurat sama dengan tanggap darurat. Pemerintah tetap memberikan kebutuhan logistik, kesehatan, pendidikan darurat, serta perbaikan sarana dan prasarana. Sedangkan, pencarian dan evakuasi korban sudah dihentikan sejak 12 Oktober 2018.
 
"Masih akan dilanjutkan hal-hal yang dilakukan (saat) tanggap darurat, kecuali evakuasi korban sudah dihentikan," kata dia.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi