Jakarta: Dewi (38) menangis histeris mendatangi posko crisis center di Bandar Udara Perdana Halim Kusuma. Ia meminta untuk bertemu suaminya yang menjadi korban pesawat Lion Air JT610.
"Dia mana? Mana? Saya mau lihat. Saya bisa mengenalinya," kata Dewi kepada petugas Lion Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin, 29 Oktober 2018.
Dewi tidak kuasa menahan tangis setelah mendengar kabar pesawat yang ditumpangi suaminya Rudi Roni Lumbantoruan (39) jatuh.
"Ku bangunkan dia (Rudi) pukul 04.00 WIB supaya jangan ketinggalan pesawat. Enggak tahunya jadi begini," ujar Dewi sambil meneteskan air mata.
Dewi mengatakan suaminya menaiki pesawat Lion Air JT610 menuju Pangkal Pinang dengan rute terpanjang. Berangkat dari Sibolga menuju Medan, Medan menuju Jakarta dan Jakarta menuju Pangkal Pinang.
"Dia mau pulang ke Pangkal Pinang, kerja di perkebunan kelapa sawit," aku Dewi.
Edi Candra, kakak kandung Rudi mengatakan mendapatkan kabar pesawat yang ditumpangi Rudi jatuh melalui berita. Ia segera mencari informasi kepada keluarga di Jakarta.
"Tanya sama kakak, nomor pesawatnya berapa gitu, sesuai enggak gitu. Ternyata sama," ujar dia.
Setelah menerima informasi itu, Edi mengaku langsung berangkat ke Jakarta. "Saya enggak urus apa-apa, langsung masuk pesawat dan berangkat," tutur dia.
Edi berharap segera bertemu dengan Rudi yang menjadi korban pesawat Lion Air tersebut. "Permintaan kami, hiduplah, jumpa, mau patah mau seperti apa, yang penting hiduplah. Permintaan saya jumpa dengan dia, hidup dalam keadaan sehat," harap Edi.
Jakarta: Dewi (38) menangis histeris mendatangi posko crisis center di Bandar Udara Perdana Halim Kusuma. Ia meminta untuk bertemu suaminya yang menjadi korban pesawat Lion Air JT610.
"Dia mana? Mana? Saya mau lihat. Saya bisa mengenalinya," kata Dewi kepada petugas Lion Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin, 29 Oktober 2018.
Dewi tidak kuasa menahan tangis setelah mendengar kabar pesawat yang ditumpangi suaminya Rudi Roni Lumbantoruan (39) jatuh.
"Ku bangunkan dia (Rudi) pukul 04.00 WIB supaya jangan ketinggalan pesawat. Enggak tahunya jadi begini," ujar Dewi sambil meneteskan air mata.
Dewi mengatakan suaminya menaiki pesawat Lion Air JT610 menuju Pangkal Pinang dengan rute terpanjang. Berangkat dari Sibolga menuju Medan, Medan menuju Jakarta dan Jakarta menuju Pangkal Pinang.
"Dia mau pulang ke Pangkal Pinang, kerja di perkebunan kelapa sawit," aku Dewi.
Edi Candra, kakak kandung Rudi mengatakan mendapatkan kabar pesawat yang ditumpangi Rudi jatuh melalui berita. Ia segera mencari informasi kepada keluarga di Jakarta.
"Tanya sama kakak, nomor pesawatnya berapa gitu, sesuai enggak gitu. Ternyata sama," ujar dia.
Setelah menerima informasi itu, Edi mengaku langsung berangkat ke Jakarta. "Saya enggak urus apa-apa, langsung masuk pesawat dan berangkat," tutur dia.
Edi berharap segera bertemu dengan Rudi yang menjadi korban pesawat Lion Air tersebut. "Permintaan kami, hiduplah, jumpa, mau patah mau seperti apa, yang penting hiduplah. Permintaan saya jumpa dengan dia, hidup dalam keadaan sehat," harap Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SCI)