Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno menerima Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/2/2017). Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno menerima Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (3/2/2017). Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Presiden: Kita Ini Bersaudara

16 Mei 2017 09:49
medcom.id, Palu: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh elemen bangsa menghentikan perbuatan saling menghujat, saling menjelekkan, saling memfitnah, saling menolak, dan saling mendemo. Presiden menegaskan "Kita ini bersaudara".
 
"Saya titip ini, jangan lupa jaga persatuan kita, karena kita ini semuanya bersaudara. Habis energi kita untuk mengurus dema-demo, dema-demo, dema demo," kata Presiden dalam pengarahannya sebelum memulkul bedug tanda pembukaan Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Masjid Agung Darussalam Palu, seperti disitat Antara, Selasa 16 Mei 2017.
 
Presiden juga menyerukan para elite untuk memberi teladan yang baik dengan menjaga ujaran. "Berikanlah pernyataan-pernyataan yang baik dan santun karena itulah karakter bangsa kita. Jangan kehilangan jati diri dan karakter kita. Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun, dan sopan," kata Jokowi di depan 6.000 kader PMII yang menghadiri kongres ini.

Hadir mendampingi Presiden, Menko PMK Puan Maharani, Menristek Dikti, Ketua DPD RI, Kapolri, dan Gubernur Sulteng Longki Djanggola.
 
Presiden mengaku sedih melihat setiap hari ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu orang berdemo. "Energi kita habis hanya untuk itu, belum lagi antarkita yang saling menghujat, menjelekkan, menfitnah, menolak."
 
"Kita lupa, kita ini bersaudara. Jangan saling menjelekkan dan menfitnah, karena kita ini saudara, baik sesama muslim, baik sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air, ini betul-betul tidak produktif, habis energi untuk urus hal-hal seperti itu."
 
"Coba tanya Kapolri, berapa ratus miliar rupiah dana yang sudah dihabiskan untuk mengerahkan pasukan mengamankan demo-demo tersebut."
 
"Kita memang berbeda dan beraneka ragam, tapi inilah kekuatan kita. Bangsa ini besar, 17.000 pulau, 500 lebih kabupaten kota, 33 provinsi, 714 suku, 1.100 bahasa lokal. Bangsa mana seberagam itu? Ini takdir Allah yang
diberikan untuk dirawat dan dijaga," katanya.
 
Kepada para kader PMII, Jokowi berpesan agar jangan hanya bermimpi untuk menjadi politisi, tetapi bermimpilah jadi wiraswasta. Menurutnya, pengusaha di Indonesia baru 1,6 persen. Normalnya di atas lima persen.
 
"Jadilah pengusaha dengan gagasan-gagasan yang besar, jadilah developer software, aplikasi, animasi, games-games. Anak-anak muda bertarungnya di situ, karena pasar nanti bukan di pasar nyata lagi tapi di e-commerce, online store, dan negara-negara tetangga kita semua sudah lewati itu, kita masih tertinggal."
 
Kongres XIX PMII bertema Membangun Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadilan dan Berkeadaban ini akan berlangsung hingga 19 Mei 2017 dengan agenda pokok pemilihan pengurus baru periode empat tahun mendatang.
 
Ketua Umum PMII Aminuddin Maruf menegaskan PMII tak ingin menjadi kelompok yang menambah berat beban bangsa. "Kita harus menjadi pembuat solusi dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi untuk
tegaknya NKRI dan sejahteranya bangsa Indonesia," ujar dia.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>