Ilustrasi/Pexels.com
Ilustrasi/Pexels.com

Waspada Misinformasi Hepatitis Akut Dikaitkan dengan Vaksin Covid-19

Nasional kemenkes vaksin covid-19 kabar hoaks Hepatitis Akut
Wandi Yusuf • 06 Mei 2022 16:40
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, meminta masyarakat waspada terkait misinformasi yang mengaitkan kasus hepatitis akut dengan vaksin covid-19. Informasi itu mulai berseliweran di media sosial. 
 
"Di medsos sudah berseliweran berita hoaks yang dikaitkan dengan vaksinasi anak. Kalau ini tidak segera dikelola, bisa jadi kontraproduktif," kata Muhadjir, dikutip dari akun YouTube Kementerian Kesehatan, pada Jumat, 6 April 2022.
 
Wajar saja Muhadjir khawatir karena saat ini pemerintah sedang fokus memberikan vaksin untuk melindungi anak dari covid-19. Per Selasa, 3 Mei 2022, sebanyak 16.623.197 anak usia 6 hingga 11 tahun telah menerima vaksin dosis lengkap atau setara 62,97 persen dari target 26.400.300 anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Vaksin AstraZeneca Penyebab Munculnya Hepatitis Akut? Ini Penjelasan Ahli Biologi Molekuler
 
Pemerintah juga menargetkan 26.705.490 remaja usia 12 hingga 17 tahun menerima vaksin covid-19. Sebanyak 81,19 persen di antaranya sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap. 
 
Terkait kasus hepatitis akut, Muhadjir sangat percaya Kementerian Kesehatan telah sigap mengambil langkah upaya preventif maupun kuratif untuk mendeteksi gejala. Menurut dia, hepatitis akut sudah menjadi persoalan global.
 
"Saya rasa kita lebih proaktif menyisir besar-besaran di setiap daerah untuk memastikan hepatitis akut belum menyebar. Kalau pun sudah menyebar, juga bisa terdeteksi sejak dini dan bisa diatasi," ujar dia.
 
Baca: Tidak Ada kaitan Antara Vaksinasi Covid-19 dengan Penyakit Hepatitis Akut pada Anak
 
Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi covid-19 dengan penyakit hepatitis akut. Hal tersebut disampaikan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, yakni Prof dr Hanifah Oswari, pada keterangan pers di Jakarta, Kamis, 5 Mei 2022.
 
"Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin covid-19 itu tidak benar. Kejadian saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi covid-19,” kata Hanifah.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif