Upaya mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikebut. Foto: Metrotv.
Upaya mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikebut. Foto: Metrotv.

Pencarian Jurnalis dan 3 Kru di Perairan Selat Sunda Diperpanjang, Area SAR Capai 3.962 Mil Laut Persegi

Annisa ayu artanti • 15 September 2026 18:55
Ringkasnya gini..
  • Pencarian 8 penumpang Arupadatu 1 memasuki hari kedelapan dan diperpanjang tiga hari.
  • Area pencarian Arupadatu 1 diperluas hingga 3.962 mil laut persegi dengan 20 kapal dikerahkan.
Jakarta: Pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat Arupadatu 1 hilang kontak di perairan Selat Sunda belum membuahkan hasil. 

Memasuki hari kedelapan, tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi selama tiga hari sekaligus memperluas area pencarian hingga 3.962 mil laut persegi.

Delapan orang yang dicari terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Hingga pencarian hari ketujuh, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan mereka.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan keputusan memperpanjang operasi diambil setelah evaluasi bersama seluruh unsur SAR gabungan.

"Hasil evaluasi operasi SAR yang hari ketujuh yang kita laksanakan masih nihil, dan hasil rapat Tim SAR Gabungan kita akan lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," kata dia dalam konferensi pers di Pandeglang, Banten, dikutip dari laman Metrotvnews.com, Selasa, 15 September 2026.

20 Kapal Dikerahkan di Selat Sunda

Pada hari kedelapan pencarian, operasi lebih difokuskan pada penyisiran laut. Sekitar 20 armada kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah yang telah ditentukan, sementara armada udara disiagakan.

Wilayah pencarian dibagi menjadi lima sektor, yakni Sektor A, B, C, D, dan F. Dari sejumlah sektor tersebut, terdapat dua wilayah yang menjadi fokus utama pencarian.

Sektor C mencakup area seluas 459 mil laut persegi di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi. Sementara Sektor F meliputi perairan di sepanjang pesisir Anyer, Tanjung Lesung, hingga Ujung Kulon.

Penyisiran tidak hanya dilakukan di laut. Tim SAR juga melakukan pencarian darat di kawasan Pantai Carita, Pantai Anyer, serta sejumlah pulau di sekitarnya.

Kabut Tebal Jadi Kendala Pencarian

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam operasi pencarian Arupadatu 1. Kabut tebal membuat jarak pandang di sekitar lokasi pencarian terbatas. Kepala Pos SAR Bakauheni Basarnas Lampung Rezie Kuswara mengatakan jarak pandang di lokasi hanya sekitar satu mil laut.

“Cuaca berkabut dengan jarak pandang sekitar satu mil laut,” kata Rezie di Lampung Selatan, Senin.

Meski jarak pandang terbatas, tim SAR tetap melakukan penyisiran dan pemantauan di titik-titik yang dinilai memungkinkan menjadi lokasi kapal maupun korban.

Rezie mengatakan pencarian akan terus dilakukan hingga tim mendapatkan informasi mengenai keberadaan kapal dan korban. Namun, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi.

Jaket Pelampung yang Ditemukan Bukan Milik Kru

Sebelumnya, tim SAR menemukan sejumlah barang pada hari kelima pencarian. Temuan tersebut terdiri atas tiga jaket pelampung, dua lembar terpal, dan satu galon air.

Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh barang tersebut dipastikan bukan milik kru maupun kapal Arupadatu 1. Temuan tersebut pun belum memberikan petunjuk mengenai keberadaan delapan orang yang masih dicari.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>