Upaya mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikebut. Foto: Metrotv.
Upaya mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikebut. Foto: Metrotv.

11 Kapal Turun Tangan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Arif Wicaksono • 11 September 2026 09:38
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 11 kapal dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir kawasan setelah rombongan tersebut tak lagi dapat dihubungi saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
  • Tak hanya dari sisi pencarian di laut, pemerintah juga memperkuat dukungan komunikasi di sekitar lokasi operasi.
Jakarta: Upaya mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikebut. Sebanyak 11 kapal dari berbagai unsur dikerahkan untuk menyisir kawasan setelah rombongan tersebut tak lagi dapat dihubungi saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 
Baca juga: Warga Pesisir Pantai Carita Bantu Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda
 

Rombongan tersebut berangkat menggunakan speedboat pada Senin (7/9/2026) siang. Namun, kontak dengan mereka kemudian terputus sehingga operasi pencarian dilakukan di sekitar perairan Selat Sunda.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Mereka bersama tiga kru kapal berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin siang sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak.

Presiden Prabowo Subianto langsung meminta TNI Angkatan Laut (TNI AL) turun tangan membantu pencarian. Instruksi tersebut diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk segera mengerahkan unsur kapal yang dapat mendukung operasi SAR.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan TNI AL langsung bergerak setelah menerima instruksi Presiden.

“Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (10/9/2026).

11 Kapal Dikerahkan

Berdasarkan laporan KSAL yang disampaikan Sekretariat Kabinet, terdapat 11 kapal dan sarana laut yang ikut dalam pencarian. Armada tersebut berasal dari sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi SAR.

Kapal dan sarana yang dikerahkan terdiri atas KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.

Pengerahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pencarian di wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir rombongan diketahui berada.

Tak hanya dari sisi pencarian di laut, pemerintah juga memperkuat dukungan komunikasi di sekitar lokasi operasi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta operator telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan komunikasi selama proses pencarian berlangsung.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran keluarga dan rekan-rekan para jurnalis yang hingga kini masih menunggu kabar.

“Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, serta seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut. Semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kemkomdigi menyebut koordinasi pencarian juga melibatkan TNI, Polri, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasi pencarian berjalan optimal sekaligus menjaga agar informasi mengenai perkembangan situasi tetap akurat dan terverifikasi.
Sementara itu, dari sisi konektivitas, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi terus berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memperkuat kualitas jaringan di sekitar wilayah operasi SAR.

Dukungan jaringan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kebutuhan tim pencarian di lapangan. Operasi pencarian masih berlangsung dengan fokus menemukan seluruh anggota rombongan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>