Jakarta: UNIQLO berkomitmen melanjutkan dukungan untuk putaran kedua Displacement Film Fund (DFF) melalui donasi sebesar 100.000 euro pada 2026. Dukungan ini bentuk upaya berkelanjutan untuk menghadirkan sudut pandang dan pengalaman para pengungsi kepada dunia melalui kekuatan film.
Displacement Film Fund pertama kali diumumkan pada Januari 2025 di IFFR ke-54 oleh Cate Blanchett bersama Hubert Bals Fund yang berada di bawah naungan IFFR. UNIQLO menjadi salah satu mitra pendiri dengan donasi sebesar 100.000 euro pada 2025.
DFF bertujuan mendukung para pembuat film berbakat meski harus meninggalkan tempat tinggal akibat konflik. Pada 2025, lima pembuat film menerima hibah masing-masing 100.000 euro untuk memproduksi film pendek.
Program Displacement Film Fund-IFFR 2026 yakni Allies in Exile, Sutradara: Hasan Kattan (Suriah); Rotation, Sutradara: Maryna Er Gorbach (Ukraina); Sense of Water, Sutradara: Mohammad Rasoulof (Iran); Super Afghan Gym, Sutradara: Shahrbanoo Sadat (Afghanistan); Whispers of a Burning Scent, Sutradara: Mo Harawe (Somalia).
Cate Blanchett mengatakan bahwa perpindahan paksa merupakan salah satu tantangan kemanusiaan terbesar saat ini. Ia menekankan pentingnya menjaga agar kisah dan perspektif para pengungsi tetap hadir di ruang publik.
“Para pendukung menunjukkan komitmen yang kuat, dan para pembuat film sangat antusias untuk terlibat dalam program ini. Saya tak sabar menantikan para penonton untuk menyelami kisah-kisah yang memikat, mengejutkan, dan menginspirasi,” ujar Cate Blanchett.
Koji Yanai, Group Senior Executive Officer Fast Retailing, menyampaikan bahwa UNIQLO telah mendukung pengungsi selama lebih dari 20 tahun. Ia menilai film memiliki kekuatan untuk mengubah kesadaran publik dan berharap kelima film tersebut dapat membantu masyarakat melihat kreativitas serta suara para penyintas pengungsian.
“Dengan membagikan karya-karya ini kepada penonton di seluruh dunia, kami berharap masyarakat dapat melihat kreativitas luar biasa dari mereka yang terdampak perpindahan paksa serta mendengar suara mereka,” kata Koji Yanai.
Melalui dukungan terhadap Displacement Film Fund, UNIQLO memadukan filosofi “Made for All” dengan kekuatan sinema untuk membuka ruang pemahaman dan kepedulian yang lebih luas terhadap isu pengungsi di dunia.
Jakarta:
UNIQLO berkomitmen melanjutkan dukungan untuk putaran kedua Displacement Film Fund (DFF) melalui donasi sebesar 100.000 euro pada 2026. Dukungan ini bentuk upaya berkelanjutan untuk menghadirkan sudut pandang dan pengalaman para pengungsi kepada dunia melalui kekuatan film.
Displacement Film Fund pertama kali diumumkan pada Januari 2025 di IFFR ke-54 oleh Cate Blanchett bersama Hubert Bals Fund yang berada di bawah naungan IFFR. UNIQLO menjadi salah satu mitra pendiri dengan donasi sebesar 100.000 euro pada 2025.
DFF bertujuan mendukung para pembuat film berbakat meski harus meninggalkan tempat tinggal akibat konflik. Pada 2025, lima pembuat film menerima hibah masing-masing 100.000 euro untuk memproduksi film pendek.
Program Displacement Film Fund-IFFR 2026 yakni Allies in Exile, Sutradara: Hasan Kattan (Suriah); Rotation, Sutradara: Maryna Er Gorbach (Ukraina); Sense of Water, Sutradara: Mohammad Rasoulof (Iran); Super Afghan Gym, Sutradara: Shahrbanoo Sadat (Afghanistan); Whispers of a Burning Scent, Sutradara: Mo Harawe (Somalia).
Cate Blanchett mengatakan bahwa perpindahan paksa merupakan salah satu tantangan kemanusiaan terbesar saat ini. Ia menekankan pentingnya menjaga agar kisah dan perspektif para pengungsi tetap hadir di ruang publik.
“Para pendukung menunjukkan komitmen yang kuat, dan para pembuat film sangat antusias untuk terlibat dalam program ini. Saya tak sabar menantikan para penonton untuk menyelami kisah-kisah yang memikat, mengejutkan, dan menginspirasi,” ujar Cate Blanchett.
Koji Yanai, Group Senior Executive Officer Fast Retailing, menyampaikan bahwa UNIQLO telah mendukung pengungsi selama lebih dari 20 tahun. Ia menilai film memiliki kekuatan untuk mengubah kesadaran publik dan berharap kelima film tersebut dapat membantu masyarakat melihat kreativitas serta suara para penyintas pengungsian.
“Dengan membagikan karya-karya ini kepada penonton di seluruh dunia, kami berharap masyarakat dapat melihat kreativitas luar biasa dari mereka yang terdampak perpindahan paksa serta mendengar suara mereka,” kata Koji Yanai.
Melalui dukungan terhadap Displacement Film Fund, UNIQLO memadukan filosofi “Made for All” dengan kekuatan sinema untuk membuka ruang pemahaman dan kepedulian yang lebih luas terhadap isu pengungsi di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)