[kiri ke kanan] Rozana Ridwan, Head of Marketing Communication Schneider Electric Indonesia, Winner of UN Women Indonesia WEPs Awards 2024 (Community Engagement & Partnerships Category); Dwi Yuliawati, Head of Programmes, UN Women; Hendri Viarta, Director
[kiri ke kanan] Rozana Ridwan, Head of Marketing Communication Schneider Electric Indonesia, Winner of UN Women Indonesia WEPs Awards 2024 (Community Engagement & Partnerships Category); Dwi Yuliawati, Head of Programmes, UN Women; Hendri Viarta, Director

WEPs Award Jadi Ruang bagi Perempuan Tunjukkan Kesetaraan di Dunia Bisnis

Muhammad Syahrul Ramadhan • 17 Oktober 2026 17:29
Ringkasnya gini..
  • WEPs kini sudah mencapai keanggotan hingga 250 perusahaan
  • WEPs Award tahun ini menambahkan satu kategori baru, yaitu Tech and AI for Gender Equality.
  • Acara puncak WEPs Award tahun ini akan digelar pada 29 Oktober 2026
Jakarta: Women Empowerment Principles (WEPs) Award, ajang penghargaan gagasan UN Women bagi perusahaan yang menerapkan tujuh prinsip utama kesetaraan gender dalam praktik bisnis sehari-hari akan kembali digelar tahun ini.

Ajang ini merupakan jenis sertifikasi tak berbayar dan berbeda dengan ajang sertifikasi lain yang sudah dikenal di kalangan penggiat bisnis. 

Dwi Yuliawati, Head of Programmes UN Women Indonesia menjelaskan bahwa prinsip-prinsip yang dibawakan WEPs adalah upaya pemberdayaan perempuan yang dikembangkan UN Women bersama UN Global Compact sejak 2010.


Agenda Empowerment di Tengah Budaya Patriarki

Di tengah kentalnya budaya patriarki yang mengakar di Indonesia, UN Women mengadakan sebuah ajang untuk membantu perusahaan di seluruh Indonesia dalam mengevaluasi dan menilai kebijakan serta praktik bisnis. 

Bentuk evaluasi ini diadakan melalui aspek-aspek yang memperkuat komitmen kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di jantung bisnis mereka. Tujuh prinsipnya mencakup kepemimpinan korporat, anti diskriminasi, kesehatan dan keselamatan pekerja, pendidikan dan pelatihan, rantai pasok, komunitas, serta pelaporan.

Penilaian ini dilihat secara menyeluruh dari hulu ke hilir, bukan hanya melalui permukaannya saja yang terkesan setara.

“Mulai dari bagaimana perusahaan merekrut, bagaimana kepemimpinannya, governance-nya, bagaimana relasinya dengan komunitas, bagaimana produk disusun di pasar, sampai bagaimana perusahaan melaporkan kinerjanya,” jelas Dwi pada Kamis, (15/10/2026).

Komitmen kesetaraan gender yang diaplikasikan oleh berbagai perusahaan dalam praktik bisnisnya dipindai secara mendalam melalui WEPs dengan arsitektur pengukuran yang lengkap dan kredibel.
 
Dwi Yuliawati mengatakan bahwa upaya pendobrakan stigma patriarki yang telah merasuk dalam kehidupan masyarakat Indonesia mulai memperlihatkan hasilnya melalui agenda pemberdayaan perempuan ini.

Seperti diketahui, selama ini yang kita ketahui peran perempuan dan laki-laki dipisahkan berdasarkan gender role yang sangat timpang. Saat laki-laki memiliki keuntungan untuk mendapatkan kesempatan lebih banyak di dunia, perempuan kebanyakan terjebak dengan stigma masyarakat yang membatasi hanya sampai dapur rumah tangga.

Dalam menyikapi hal ini, WEPs dijadikan bentuk motivasi sekaligus upaya pembukaan mata bagi masyarakat untuk memberikan kesempatan yang sama kepada para perempuan untuk menunjukan kemampuan di berbagai bidang termasuk bisnis.

Disaat perusahaan menilai kepemimpinan di tangan perempuan merupakan inefisiensi karena adanya cuti melahirkan, Dwi menilai bahwa ini adalah isu loss of talent dan isu kemanusiaan, bukan isu perempuan. “Bisnis kemungkinan besar tidak punya potensi potensi untuk meningkatkan inovasi karena kehilangan talenta perempuan,” ujarnya.

Tak hanya perempuan saja yang berhak mendapatkan cuti melahirkan, laki-laki pun berhak mendapatkan hal yang sama saat telah menjadi seorang ayah agar dapat hadir untuk anaknya dengan maksimal. “Ketidaksetaraan membuat perempuan dirugikan, tetapi kesetaraan membuat perempuan dan laki-laki diuntungkan,” tegas Dwi dalam sesi tanya jawab.


WEPs Award Hadir untuk Kesetaraan

Diperkenalkan di Indonesia pada 2019 dengan hanya 15 penandatangan, WEPs kini sudah mencapai keanggotan hingga 250 perusahaan. Hadirnya ajang WEPs Award ini untuk melihat bagaimana para penandatangan menerapkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam praktik nyata.

Tanpa bayaran, pengakuan ini diberikan murni berdasarkan capaian yang seluruh aspeknya dinilai oleh panel dan juri independen dari kalangan akademisi, masyarakat sipil, dan organisasi internasional dengan berlandaskan Women’s Empowerment Principles, kerangka global UN Women dan UN Global Compact.

Penilaian meliputi kebijakan, kepemimpinan inklusif, dan dampak yang terukur, bukan sekedar komitmen di atas kertas.

Peminatnya pun terus bertambah setiap tahun mulai dari 60 perusahaan pada 2020, 80 pada 2020, 76 pada 2024, hingga kini terdapat 142 aplikasi dari 94 perusahaan dan merupakan jumlah aplikasi terbanyak di kawasan Asia Pasifik.

Dwi pun mengapresiasi perusahaan yang mendaftar karena proses verifikasi dan pengisian formulir yang cukup rumit serta harus melewati uji tuntas terlebih dahulu sebelum diumumkan sebagai pemenang.


Bukan Hanya Isu Perempuan

Kemunculan istilah unpaid labor atau pekerjaan tidak berbayar yang telah dilakukan perempuan selama ratusan tahun menjadi tanda bahwa masyarakat Indonesia semakin terbuka akan isu kesetaraan gender yang sangat timpang.

Peran gender yang tidak seimbang dan banyak merugikan perempuan menjadikan UN Women menilai bahwa fenomena unpaid labor ini menjadi salah satu hambatan utama perempuan untuk masuk ke dunia kerja dan membangun karir serta mimpinya.

Fenomena yang disebut Dwi sebagai broken pipeline ini memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia saat ini hanya sekitar 54% dan berada sangat jauh di bawah laki-laki yang mencapai 82%.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, isu kesetaraan gender ini bukan merupakan isu perempuan, melainkan isu kemanusiaan yang seharusnya mampu memberikan kesempatan yang setara tanpa memandang gender dan mengecilkan perempuan.

Atas hal ini lah WEPs Award hadir sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berkontribusi untuk menyediakan kesempatan yang lebih luas lagi dan setara bagi perempuan, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya.


Kategori Baru Tahun Ini

Setelah sukses dengan lima kategori utamanya pada dua tahun lalu, yakni Leadership Commitment, Gender-Inclusive Workplace, Gender-Responsive Marketplace, Inclusive Procurement, Community Engagement & Partnerships, WEPs Award tahun ini menambahkan satu kategori baru, yaitu Tech and AI for Gender Equality.

Kategori ini hadir karena untuk menghilangkan bias pada sistem AI yang hanya dikembangkan oleh laki-laki mengingat banyaknya kasus penyalahgunaan AI untuk melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan, seperti pembuatan gambar pornografi palsu.

Kehadiran kategori ini memberi ruang kepada WEPs untuk mengakui dan mengapresiasi inisiatif perusahaan yang memanfaatkan teknologi dan AI untuk mendorong pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan inklusi yang lebih luas cakupannya.

Acara puncak WEPs Award tahun ini akan digelar pada 29 Oktober 2026 mendatang yang bukan hanya penganugerahan, acara ini pun menjadi agenda utama UN Women Indonesia untuk menampilkan praktik terbaik perusahaan dalam memperjuangkan kesetaraan gender di lingkungan bisnis.

Rangkaian acaranya akan meliputi forum dan berbagai sesi sharing knowledge untuk mendorong pertukaran pengetahuan, ide, serta kolaborasi lintas sektor bisnis.

(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>