Menteri LHK Siti Nurbaya saat berkunjung ke RPH Pancur, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu, 4 Juli 2020. Foto: KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya saat berkunjung ke RPH Pancur, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu, 4 Juli 2020. Foto: KLHK

354 Ribu Hektare Hutan di Pulau Jawa Telah Direhabilitasi

Nasional kehutanan
Media Indonesia • 05 Juli 2020 08:30
Jakarta: Pemerintah telah merehabilitasi lahan dan hutan (RHL) seluas 354.183 hektare di Pulau Jawa dalam lima tahun terakhir. Rehabilitasi ini dilakukan untuk mengatasi lahan kritis.
 
"Upaya menangani lahan kritis ini akan sangat berpengaruh terhadap menguatnya daya dukung DAS (daerah aliran sungai) dan mengurangi kejadian bencana hidrometeorologi," kata pelaksana tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hudoyo, Minggu, 5 Juli 2020.
 
Adapun RHL yang telah dilakukan meliputi rehabilitasi di kawasan hutan (lindung dan konservasi) seluas 79.667 hektare dan RHL insentif di luar kawasan hutan seluas 274.515 Ha. Kegiatan rehabilitasi yang dilakukan adalah membangun kebun bibit rakyat (KBR) sebanyak 2.407 unit (78,8 juta batang), kebun bibit desa (KBD) sebanyak 57 unit (3,4 juta batang), serta bibit dari persemaian permanen sebanyak 60,4 juta batang dan bibit produktif sebanyak 5,1 juta batang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan rehabilitasi ini juga ditunjang dengan pembuatan bangunan sipil teknis dan penyadaran peran masyarakat, pemerintah daerah, serta swasta dalam menjaga kelestarian lahan dan hutan.
 
Upaya rehabilitasi ini, kata Hudoyo, terbukti dapat menyerap jutaan tenaga kerja. Tahun ini, upaya pemulihan lahan kritis di Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) se-Jawa mampu menyerap 1,38 juta hari orang kerja (HOK) dengan nilai mencapai Rp110,9 miliar.
 
"Nilai tersebut akan menjadi penerimaan langsung bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan," ujar dia.
 
Beberapa kegiatan RHL juga dilakukan untuk mendukung program pembangunan prioritas. Di antaranya pemeliharaan tanaman di destinasi wisata Borobudur dan New Yogya Airport International, Kulonprogo.

Perluas jangkauan rehabilitasi

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengunjungi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Majalengka, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Pancur, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu, 4 Juli. Kunjungan ini merupakan peninjauan sekaligus supervisi kegiatan RHL.
 
Siti meminta jajarannya memperluas jangkauan rehabilitasi dengan melibatkan masyarakat yang lebih banyak. "Masyarakat harus diberikan keuntungan secara ekonomi dari menanam pohon," ujar dia.
 
Siti menjelaskan saat ini pemerintan sedang menyelesaikan peraturan terkait nilai ekonomi karbon. Kegiatan RHL bisa diandalkan untuk mengail ekonomi dari menuai karbon.
 
"Masyarakat harus diberi tahu bahwa menanam pohon bisa mendapat keuntungan ekonomi dari karbon. KLHK harus selalu hadir untuk masyarakat di dalam dan sekitar hutan," kata Siti.
 
Apalagi, lanjut dia, di masa pandemi maupun masa transisi covid-19 ini kegiatan RHL dapat menjadi sarana kerja masyarakat untuk tetap mendapatkan penghasilan. Baik itu melalui vegetatif, penanaman pohon, maupun kegiatan konstruksi sederhana bangunan konservasi tanah dan air seperti dam penahan longsor dan erosi besar (gully plag).
 
Dalam kunjungannya ke RPH Pancur, Siti didampingi Sekjen LHK Bambang Hendroyono, Plt Dirjen PDASHL Hudoyo, kepala Badan Penyuluhan, dan anggota Komisi IV DPR Sutrisno.
 
"Saya mengapresiasi program-program KLHK dalam memberdayakan masyarakat. Salah satunya program Bank Pesona yang mampu memberdayakan masyarakat. Jika rakyat diberdayakan, saya yakin hutan akan dijaga," kata Sutrisno.
 
Baca: 29 Taman Nasional Dibuka Juli 2020
 
Sutrisno yang merupakan mantan Bupati Majalengka ini mengatakan daerahnya secara umum mempunyai lokasi-lokasi strategis yang dikembangkan untuk wisata alam. Dia mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan akses kepada masyarakat untuk pemanfaatan hutan.
 
Sebelumnya, pemerintah telah menyetujui pembukaan 29 kawasan wisata konservasi meliputi taman nasional, taman suaka alam, dan suaka margasatwa secara bertahap di seluruh Indonesia. Pembukaan kawasan wisata itu tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi para wisatawan yang berkunjung.

 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif