Ilustrasi bulan Ramadan (Medcom.id)
Ilustrasi bulan Ramadan (Medcom.id)

Hari Ini 14 Maret 2026 Puasa ke Berapa? Simak Jadwal Ramadan 2026 Selengkapnya di Sini

Muhammad Syahrul Ramadhan • 14 Maret 2026 14:45
Ringkasnya gini..
  • Memasuki puasa hari ke-24, kita semakin dekat dengan sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan.
  • Lailatul Qadar—malam yang nilainya lebih utama daripada seribu bulan. Ini adalah momentum emas bagi umat Muslim.
  • Mari manfaatkan setiap detik yang tersisa dengan penuh kesungguhan, agar saat hari kemenangan tiba.
Jakarta: Hari ini, Sabtu, 14 Maret 2026, umat Muslim Indonesia menapaki fase yang berbeda dalam hitungan puasa. Pemerintah dan Nahdlatul Ulama menetapkan hari ini sebagai puasa ke-24, sementara warga Muhammadiyah telah memasuki puasa ke-25. 
 
Momen ini menjadi sangat istimewa karena Sabtu malam ini akan menyambut malam ganjil ke-25, yang diyakini sebagai salah satu waktu utama turunnya malam Lailatul Qadar.
 
Perbedaan metode penetapan awal bulan di Indonesia menyebabkan adanya dua versi perhitungan hari. Umat Muslim perlu memahami perbedaan ini agar dapat menyinkronkan agenda ibadah, seperti pelaksanaan I’tikaf maupun waktu pembayaran zakat fitrah, dengan tepat.

Perhitungan Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) 

Bagi penganut ketetapan yang memulai 1 Ramadan pada 19 Februari 2026, hari Sabtu ini menandai puasa ke-24. Fokus utama di fase ini adalah mempersiapkan diri secara spiritual menjelang malam ganjil ke-25 yang dimulai saat Maghrib nanti. 

Perhitungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 
 
Berdasarkan ketetapan Muhammadiyah yang memulai awal puasa pada 18 Februari 2026, hari ini merupakan hari ke-25 Ramadan. Bagi warga Muhammadiyah, fase ini menjadi 'sprint' terakhir dalam mengoptimalkan sisa waktu yang ada. Dengan sisa waktu kurang dari satu pekan, inilah momentum krusial untuk menuntaskan seluruh target spiritual sebelum menyambut datangnya hari kemenangan
Keutamaan Memasuki Fase Akhir Ramadan 
 
Memasuki puasa hari ke-24, kita semakin dekat dengan sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan, terutama hadirnya malam Lailatul Qadar—malam yang nilainya lebih utama daripada seribu bulan. Ini adalah momentum emas bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan berbagai amalan:
 
Menghidupkan Malam (Qiyamul Lail): Memperbanyak salat tahajud dan ibadah malam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Optimalisasi Tadarus: Tiada waktu yang lebih utama untuk melipatgandakan bacaan Al-Qur’an selain di bulan suci ini.
 
Meningkatkan Sedekah: Bersedekah sangat dianjurkan, terutama saat mendekati akhir Ramadan untuk berbagi kebahagiaan.
 
Memperbanyak Doa dan Istighfar: Memanjatkan doa dan memohon ampunan adalah langkah paling efektif untuk menyucikan diri dan meraih rida-Nya
 
Dengan demikian, mari kita ingat bahwa Ramadan bukan tentang bagaimana kita memulainya, melainkan bagaimana kita mengakhirinya. Hari ke-24 ini adalah garis start bagi 'sprint' spiritual kita menuju takwa. Jangan biarkan keletihan fisik mengalahkan kerinduan jiwa untuk bertemu dengan Lailatul Qadar.
 
Mari manfaatkan setiap detik yang tersisa dengan penuh kesungguhan, agar saat hari kemenangan tiba, kita benar-benar kembali dalam keadaan fitrah dan penuh ampunan. Selamat menjemput malam-malam kemuliaan.
 
(Fany Wirda Putri)
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>