Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat Tentang Progres Penanggulangan Bencana Propinsi Sulawesi Tengah, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/04/2019). Foto biro setwapres
Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat Tentang Progres Penanggulangan Bencana Propinsi Sulawesi Tengah, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/04/2019). Foto biro setwapres

Pengungsi Gempa Sulteng Sudah Menempati Hunian Sementara

Nasional tsunami Gempa Donggala
Achmad Zulfikar Fazli • 11 April 2019 15:11
Jakarta: Pemerintah sudah selesai membangun sebagian hunian sementara (huntara) untuk pengungsi korban tsunami dan gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Sebagian besar pengungsi sudah mulai direlokasi ke huntara.
 
"Sudah sebagian (pengungsi) masuk kan, dan ada beberapa yang belum bisa dimasuki karena masih masalah air dan listrik. Tapi sudah selesai tadi. Tinggal sebagian kecil," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
 
Wiranto menyampaikan pemerintah daerah saat ini tengah menyelesaikan beberapa hambatan untuk merelokasi seluruh pengungsi ke huntara. Antara lain, memperbaiki aliran listrik dan saluran air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyakini hal tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Sehingga, seluruh pengungsi bisa segera masuk ke huntara.
 
"Maka dengan huntara selesai, para korban bencana bisa pindah ke huntara," ucap dia.
 
Setelah pembangunan huntara tuntas, pemerintah akan mulai membangun hunian tetap untuk para pengungsi. Pemerintah saat ini tengah membuat siteplan karena hunian tersebut harus dibangun di lahan yang aman.
 
"Lahan ini harus aman dari kemungkinan bencana-bencana yang mungkin terjadi. Sehingga dari evaluasi-evaluasi masalah-masalah tanah yang masih kritis, maka siteplan ini masuk ke wilayah aman, dan ini sudah selesai juga," ujar dia.
 
(Baca juga:Masa Transisi Darurat Bencana Sulteng Diperpanjang)
 
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan pemerintah sudah menyelesaikan pembangunan 632 dari total 699 unit huntara di 70 lokasi. Pada April 2019 ini, 699 unit huntara akan terbangun dan dihuni oleh seluruh pengungsi.
 
"Satu unit (huntara) itu (diisi) 12 keluarga," kata Basuki.
 
Di sisi lain, Basuki menyampaikan ada tiga lokasi yang akan dibangun hunian tetap yakni Pombewe, Tondu dan Duyu. Total lahan yang disiapkan sebesar 600 hektare (Ha)
 
"Sampai hari ini yang sudah clean and clear oleh Kementerian ATR (ada) 291-292 Ha, masing-masing di Pombewe, Tondu, dan Duyu," ucap dia.
 
Hunian tetap ini dipastikan segera dibangun. JK juga sudah memerintahkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan pemerintah kota setempat menyiapkan lahan untuk dibangun hunian tetap.
 
"Pembagian tugasnya pemerintah pusat akan membangun tetapi untuk lahan karena yang tahu persis lahan mana yang tanah negara, yang terlantar, yang sesuai penlock yang diusulkan oleh gubernur diupayakan oleh gubernur dan wali kota untuk diselesaikan," jelas dia
 
Sementara ini, lanjut dia, lahan yang sudah clean and clear total 292 Ha. Lahan tersebut dalam waktu dekat akan segera dibangun hunian tetap.
 
"Jadi nanti Pak Menko (Wiranto), 23 April akan di groundbreaking," ucap dia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif