Menteri Agama Pastikan Buku Nikah tak Dihilangkan

Desi Angriani 12 November 2018 19:52 WIB
kartu nikah
Menteri Agama Pastikan Buku Nikah tak Dihilangkan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) menunjukkan kartu nikah. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan buku nikah tidak akan dihilangkan sebagai bukti pernikahan yang sah secara agama dan tercatat oleh negara. Sebaliknya, buku nikah akan dilengkapi dengan kartu nikah untuk memudahkan pendataan ketika bepergian.

"Buku nikah tidak dihilangkan sama sekali, hanya dilengkapi dengan kartu nikah. Dalam rangka lebih memudahkan bila suatu saat dibutuhkan data-data bisa segera digunakan," kata Lukman dalam sebuah jumpa pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin 12 November 2018.

Lukman menerangkan, kartu nikah merupakan implikasi dari pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) berbasis digital. Nantinya, semua peristiwa pernikahan masyarakat Indonesia yang ada di SIMKAH langsung terhubung dengan data kependudukan sipil Kementerian Dalam Negeri.


"Simcard inilah upaya pencatatan registrasi dan memantau status pernikahan setiap warga. Jadi keberadaan kartu nikah itu implikasi logis kita mengembangkan aplikasi simcard tadi bukan sebagai pengganti buku nikah," ungkapnya.

Dengan adanya kartu nikah, dokumen administrasi pernikahan bisa lebih simpel untuk dibawa bepergian. Kartu nikah juga dapat memudahkan masyarakat jika ingin mendaftarkan sesuatu yang diperlukan dalam catatan pernikahan.

"Kami ingin lebih simpel seperti KTP atau ATM yang lain, jadi itu bisa dimasukkan ke dalam saku bisa disimpan di dalam dompet," pungkasnya.

Baca: Kartu Nikah Dibagikan Akhir November 2018

Kementerian Agama RI sebelumnya berencana menerbitkan kartu nikah sebagai pengganti buku nikah, yang bentuknya seukuran kartu ATM atau KTP. Kartu nikah itu akan dibagikan pada akhir November 2018.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok Asnawi mengatakan rencana tersebut telah disosialisasikan ke Kemenag tingkat kota/kabupaten di Jawa Barat. Namun, dia mengakui teknis dan mekanisme penerbitan belum dijelaskan rinci.

Penyebaran kartu tersebut masih menunggu arahan Kemenag pusat. Keunggulan kartu nikah adalah mudah dibawa sebagai penanda pasangan tersebut sudah sah dalam pernikahan.



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id