Politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan aktivis Adian Napitupulu (tengah) dalam peringatan tragedi Trisakti di TPU Tanah Kusir. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan aktivis Adian Napitupulu (tengah) dalam peringatan tragedi Trisakti di TPU Tanah Kusir. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Adian Napitupulu: Korban Tragedi 1998 'Mati Tak Sia-Sia'

Nasional tragedi mei 1998
Kautsar Widya Prabowo • 13 Mei 2019 01:27
Jakarta: Politisi PDI Perjuangan sekaligus mantan aktivis Adian Napitupulu menyebut sejumlah aktivis yang gugur saat tragedi reformasi mati tak sia-sia. Pengorbanan mereka dinilai telah banyak membawa perubahan yang kini dirasakan masyarakat.
 
Salah satu contoh yang disebutkan Adian adalah kebebasan berpendapat dan tumbuhnya perusahaan media massa di Tanah Air. Sebab di zaman Orde Baru, kebebasan berpendapat sulit didapat.
 
"Ketika media masa tumbuh subur, televisi dibangun dimana-mana, media online ada, itu membuktikan bahwa meninggalnya mereka (aktivis 98) tidak sia-sia. Ketika buruh berserikat, orang boleh berkumpul mengeluarkan pendapat dengan sebebas-bebasnya, itu sekali lagi menunjukkan meninggalnya mereka tidak sia-sia," ujar Adian dalam peringatan tragedi Trisakti di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu, 12 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, lanjut dia, dilibatkannya masyarakat dalam pesta demokrasi juga buah hasil aktivis 1998. Pun pada tumbuhnya lembaga negara yang berani bertindak tegas terhadap korupsi.
 
"Artinya yang saya pahami di sini, mereka meninggal untuk sebuah tujuan bersama, mereka mengambil peran yang lebih maju daripada kita. Saat itu mereka menjadi korban dari ganasnya negara," tuturnya.
 
Di lain hal, Adian berharap Indonesia tak lagi mengulangi masa kelam seperti tragedi 1998. "Tidak boleh ada darah lagi di Indonesia yang tumpah untuk kekuasaan, untuk mempertahankan kekuasaan atau merebut kekuasaan," tegas Adian.
 
Dalam acara itu, Adian hadir bersama relawan sejawatnya. Mereka mendatangi makam empat aktivis yang gugur terkena timah panas aparat negara. Mereka ialah Hendriawan Sie, Elang Mulya Lesmana, Herry Hartanto, dan Hafidin Royan.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif