Peta Dasar Sulteng untuk Minimalisir Risiko Bencana
Deputi bidang Informasi Geospasial Dasar Mohamad Arief Syafii saat berkunjung ke kawasan Petobo, Sulteng. Medcom.id/Deny Irwanto.
Palu: Badan Informasi Geospasial (BIG) sedang menyelesaikan peta dasar sejumlah daerah terdampak gempa di Sulawesi Tengah. Deputi bidang Informasi Geospasial Dasar Mohamad Arief Syafii mengatakan peta dasar penting sebagai persiapan rekonstruksi dan rehabilitasi.

"Yang lebih penting bagi kita adalah menyiapkan rencana pembangunan yang memasukan unsur potensi bencana dan tata ruangnya, sehingga nantinya bisa meminimalisir risiko apabila terjadi bencana," kata Arief di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 3 Desember 2018.


Kawasan Petobo, Palu, Sulteng, yang terkena dampak likuefaksi akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Medcom.id/Deny Irwanto.


BIG masih mengumpulkan data dan pengambilan gambar udara Kota Palu, Donggala, dan Parigi Moutong. Pemetaan udara menggunakan light detection and ranging (Lidar).

"Dari akuisisi ini akan dihasilkan nanti foto tegak resolusi tinggi, dengan resolusi sekitar delapan centimeter dan juga data DEM (digital elevision model), ini menggambarkan topografi permukaan wilayah Palu dan sekitarnya," jelas Arief.

Data dan gambar yang diperoleh di lapangan akan diolah sedemikian rupa menjadi peta dasar. Peta dasar akan menjadi acuan wilayah mana saja yang boleh ditinggali dan tidak.

"Kalau itu daerahnya rawan likuefaksi, ya sebaiknya jangan dijadikan tempat hunian, mungkin bisa dijadikan sebagai ladang atau sawah dan sebagainya. Pilih nanti lokasi hunian yang memang tanahnya relatif stabil," pungkas Arief.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id