medcom.id, Jakarta: Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin mengatakan, pihaknya akan kooperatif selama proses investigasi terkait hilangnya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang bertolak dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12/2014) pagi tadi.
Saat ini, lanjut Malinda, proses pencarian pesawat QZ8501 tengah dilakukan, dimana tim operasi SAR berada di bawah panduan Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kementerian Perhubungan. "Kami mendukung penuh pihak otoritas penerbangan, dan kooperatif dalam proses investigasi yang tengah berlangsung," kata Malinda dalam siaran persnya, Minggu (28/12/2014).
Selain itu, menurut Malinda, AirAsia membuka jalur Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut. Nomor Emergency Call Centre: +622129270811.
Sekadar informasi, PT AirAsia Indonesia menyatakan pesawat QZ8501 dalam kondisi layak terbang. Menurut Malinda, pesawat tersebut melaksanakan perawatan berjadwal terakhir pada 16 Nopember 2014 lalu.
Pesawat merupakan jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC yang mengangkut 155 penumpang. Sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.
Malinda mengatakan, kapten yang memimpin pesawat QZ8501 memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia, sementara first officer memiliki 2.247 jam terbang.
Penumpang dan awak kabin berasal dari beberapa negara, yakni Singapura (1 orang), Inggris (1 orang), Malaysia (1 orang), Prancis (1 orang). Sisanya merupakan warga negara Indonesia (WNI).
medcom.id, Jakarta: Communications AirAsia Indonesia Malinda Yasmin mengatakan, pihaknya akan kooperatif selama proses investigasi terkait hilangnya pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 yang bertolak dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12/2014) pagi tadi.
Saat ini, lanjut Malinda, proses pencarian pesawat QZ8501 tengah dilakukan, dimana tim operasi SAR berada di bawah panduan Badan SAR Nasional (BASARNAS) Kementerian Perhubungan. "Kami mendukung penuh pihak otoritas penerbangan, dan kooperatif dalam proses investigasi yang tengah berlangsung," kata Malinda dalam siaran persnya, Minggu (28/12/2014).
Selain itu, menurut Malinda, AirAsia membuka jalur Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut. Nomor Emergency Call Centre: +622129270811.
Sekadar informasi, PT AirAsia Indonesia menyatakan pesawat QZ8501 dalam kondisi layak terbang. Menurut Malinda, pesawat tersebut melaksanakan perawatan berjadwal terakhir pada 16 Nopember 2014 lalu.
Pesawat merupakan jenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC yang mengangkut 155 penumpang. Sebanyak 137 adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.
Malinda mengatakan, kapten yang memimpin pesawat QZ8501 memiliki total 20.537 jam terbang dan 6.053 jam terbang dengan AirAsia Indonesia, sementara first officer memiliki 2.247 jam terbang.
Penumpang dan awak kabin berasal dari beberapa negara, yakni Singapura (1 orang), Inggris (1 orang), Malaysia (1 orang), Prancis (1 orang). Sisanya merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WID)