Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pelontar Granat KKB Papua Diduga Hasil Rampasan

Anggi Tondi Martaon • 28 Maret 2022 13:29
Jakarta: Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama menyerang Satgas Muara dan Pesisir (Mupe) Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) di Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, dengan pelontar granat. Senjata itu diduga dari hasil rampasan.
 
"Informasi yang didapatkan GLM (grenade launcher module) yang digunakan untuk menyerang diduga diambil dari Satgas Yonif 700, sedangkan amunisi GLM adalah rampasan dari Satgas Yonif 330," tulis informasi TNI AL yang dikutip dari tnial.mil.id, Senin, 28 Maret 2022.
 
Namun, TNI AL belum mengetahui motif penyerangan tersebut. Alasan penyerangan masih didalami.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Egianus Kogoya Pimpin Penyerangan KKB ke Pos Marinir
 
KKB menyerang Satgas Muara dan Pesisir (Mupe) Korps Marinir TNI AL sekitar pukul 17.40 WIT pada Sabtu, 26 Maret 2022. Pelontar granat diluncurkan melalui dua arah, yaitu belakang pasar dan dari arah sungai Alguru.
 
Seluruh personel Satgas yang berjumlah 35 orang membalas serangan itu dengan tembakan sekitar pukul 17.52 WIT. Mereka juga melakukan pengejaran.
 
Akibat serangan tersebut, dua prajurit meninggal dunia. Mereka ialah Letda Mar Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here.
 
Sedangkan dua prajurit kritis. Yakni, Serda Mar Rendi Febriansyah dan Serda Mar Ebit Erisman.
 
Kemudian, enam prajurit mengalami luka ringan. Mereka, yaitu Serda Mar Bayu Pratama, Pratu Mar Rahmad Sulman, Prada Mar Dicky Sugara, Pratu Mar Adik Saputra A, Prada Mar La Harmin, dan Prada Mar Alif Dwi Putra.
 
Rencana evakuasi korban akan dilaksanakan secepatnya menggunakan helikopter ke Timika. Evakuasi juga menyesuaikan kondisi cuaca.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif