Ilustrasi sebaran covid-19. Istimewa)
Ilustrasi sebaran covid-19. Istimewa)

Kemenkes: 87% Kasus Covid-19 di Indonesia BA5

Antara • 04 Juli 2022 20:26
Jakarta: Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengungkap sebanyak 87 persen kasus covid-19 yang beredar di Indonesia merupakan subvarian BA5. Meskipun telah mendominasi, menutur dia, gejala yang ditimbulkan tidak lebih berat ketimbang varian Omicron pada awal 2022.
 
"Itu sudah mendominasi (pandemi) covid-19 ini. Jadi (trennya) sudah bergeser ke sub-varian BA5,” kata Syahril dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa secara daring diikuti di Jakarta, Senin, 4 Juli 2022.
 
Dia menerangkan gejala yang timbul pada subvairan BA5 lebih ringan ketimbang Delta dan Omicron. Sehingga membuat keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) saat ini berkisar delapan hingga sembilan persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sehingga kalau kita lihat data di sini, yang sakit sedang hanya sekitar delapan sampai sembilan persen. Jadi tidak seperti Delta maupun Omicron yang lalu, jadi tidak usah khawatir tingkat keganasannya atau tingkat keparahannya, itu tidak terlalu berat, sehingga kita lebih banyak orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan saja,” kata dia.
 
Syahril menerangkan bahwa yang terpenting saat ini adalah kewaspadaan agar tidak terlena dengan kondisi yang sudah terkendali. Sehingga keterisian rumah sakit tidak melonjak tinggi serta menekan potensi terjadinya kematian pasien covid-19.
 
"Kewaspadaan bersama artinya masyarakat juga harus waspada, pemerintah apalagi. Hanya satu yang harus kita waspadai yaitu melakukan dan mencegah penularan. Kedua mengendalikan, kalau orang sudah kena, tidak apa-apa, tapi yang penting terkendalikan agar tidak terlalu berat,” beber Syahril.
Baca: Covid-19 Naik, Menkes: Booster Cepat-Cepat 

Sementara itu, pemerintah kini kembali mulai menerapkan pengetatan kebijakan . Hal itu sebagai bentuk pengendalian pandemi covid-19.
 
Seperti yang ditegaskan dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 20 tahun 2022 terkait protokol kesehatan pada pelaksanaan kegiatan berskala besar dalam masa pandemi COVID 19 yang mulai berlaku per 21 Juni 2022.
 
Pemerintah juga kembali meningkatkan kapasitas tes covid-19 beserta pelacakan kasus positif. Berbagai fasilitas kesehatan pun telah disiapkan apabila lonjakan kasus BA.5 terjadi di Indonesia.
 
“Pak Menteri juga sudah membuat edaran kepada seluruh rumah sakit terutama di Jakarta, untuk waspada. Sebagian dulu, andaikan terjadi lonjakan dirawat, kita sudah siap. Wisma Atlet saya kira juga sudah bagus mereka sudah siap,” ujar Syahril.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif