BAZNAS Salurkan Bantuan untuk Seribu Yatim via Yayasan Baitussalam
BAZNAS menyalurkan bantuan untuk 1.000 anak yatim melalui Yayasan Baitussalam (Foto:Dok)
Jakarta: Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan untuk 1.000 anak yatim melalui Yayasan Baitussalam.

Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan milad ke-8, lembaga yang berkantor di Masjid Baitussalam, Perumahan The Green BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 3 Juni 2018.

"Kegiatan ini ikut disemarakkan bersamaan dengan penyelenggaraan peringatan Nuzulul Quran yang disiarkan oleh TV One dalam program Damai Indonesiaku," ujar Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, didampingi Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.


Tampil sebagai narasumber, mantan Ketua Umum BAZNAS, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin; dan ulama kondang, KH. Sumarno Syafei, yang mengupas seputar sejarah turun Al-Quran. Acara dipandu host TV One, Agung Izzulhaq.

Mohd. Nasir Tajang, menambahkan, kegiatan santunan untuk anak yatim ini merupakan agenda rutin tiap tahun yang dilakukan Yayasan Baitussalam.

“Tahun 2016, yayasan bekerja sama dengan seluruh anggota Forum Masjid Mushala BSD (FMMB) bersama-sama menyantuni 2.500 anak yatim se-Tangerang Selatan. Dan pada 2017, mereka mengadakan santunan sendiri atas nama Yayasan Masjid Baitussalam sebanyak 500 anak yatim dan didukung BAZNAS yang juga menyantuni 500 anak yatim, sehingga total santunan mencapai 1000 anak yatim,” ucap dia.

Sebagai informasi, sebelumnya BAZNAS juga berkolaborasi dengan Yayasan Baitussalam dalam merealisasikan program penggemukkan sapi potong.

Program senilai Rp 1,37 miliar ini ditujukan untuk penggemukan sapi potong milik mustahik yang dipasarkan pada Hari Raya Idul Adha. Hasil dan keuntungannya digunakan untuk kepentingan umat, seperti kegiatan santunan bagi anak yatim.



Zakat Selebritas

Sementara itu, BAZNAS pada Sabtu, 2 Juni 2018, menggelar bincang-bincang (talkshow) tentang zakat bersama selebritas berhijab.

Tampil sebagai narasumber, Runner Up Miss Indonesia 2018, Raudha Kashmir, dan Kepala Divisi Pengumpulan Ritel Nasional BAZNAS, Fitriansyah Agus Setiawan.

"Alhamdulillah, gebrakan-gebrakan yang dilakukan BAZNAS membuat kita sadar zakat. Sebab dengan pelayanan optimal yang dilakukan BAZNAS, kita semakin mudah menunaikan zakat," ujar Raudha yang kini masih kuliah di Fakultas Kedokteran.

Dia mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan BAZNAS, terutama di bidang digital.

"BAZNAS seperti mengikuti arus zaman 'now' atau kekinian. Tidak hanya berzakat, kini kita bisa berinfak dan bersedekah lewat banyak aplikasi seperti Go Pay dan sebagainya. Juga ada layanan robot zakat bernama Zaki BAZNAS. Kalau begini, generasi milenial pasti tergugah untuk berzakat melalui BAZNAS," ujar Raudha yang asli Aceh. Pertalian darah dengan Bumi Serambi Mekah ini, membuat pemahaman dan keyakinan keislamannya sangat kental dan mendalam.

Fitriansyah menyampaikan terima kasih atas apresiasi Raudha dan para selebritas Miss Indonesia yang kini memilih berhijab.

"Alhamdulillah, mudah-mudahan apa yang dilakukan mbak Raudha Kashmir dan para selebritas berhijab ini, bisa menjadi teladan bagi anak-anak bangsa yang berpotensi menjadi muzaki tergerak hatinya untuk ramai-ramai berzakat ke BAZNAS," kata dia.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id