Jakarta: Mantan kombatan Afghanistan, Nasir Abbas, menyebut kelompok jihadis di Indonesia bereuforia usai Taliban mengambil alih Afghanistan. Namun, dia meyakini kemenangan Taliban tak serta membuat kelompok teroris Indonesia menggeliat.
"Saya melihat kelompok mujahidin ini ada euforia, seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Mereka kan juga mau membentuk negara Islam, nah mereka melihat Taliban ini seperti mewakili," ujar Nasir dalam program Metro Pagi Primetime di Metro TV, Kamis, 19 Agustus 2021.
Namun, hal ini mungkin terjadi bila ada pihak yang vokal mengecam Taliban atau memantik kekecewaan kelompok ekstremis tersebut. Mereka bakal membalas dengan aksis terorisme.
"Saya harap tidak ada yang kemudian memberi suatu kecaman yang tidak bijak sehingga menimbulkan rasa tidak puas hati dan kecewa," imbaunya.
Meski begitu, masyarakat umum tidak perlu khawatir. Nasir percaya aparat di Indonesia, khususnya Densus 88, selalu aktif dan siaga pada ancaman yang mengganggu keamanan Indonesia. (Mentari Puspadhini)
Jakarta: Mantan kombatan Afghanistan, Nasir Abbas, menyebut kelompok jihadis di Indonesia bereuforia usai Taliban mengambil alih Afghanistan. Namun, dia meyakini kemenangan Taliban tak serta membuat kelompok teroris Indonesia menggeliat.
"Saya melihat kelompok mujahidin ini ada euforia, seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Mereka kan juga mau membentuk negara Islam, nah mereka melihat Taliban ini seperti mewakili," ujar Nasir
dalam program Metro Pagi Primetime di
Metro TV, Kamis, 19 Agustus 2021.
Namun, hal ini mungkin terjadi bila ada pihak yang vokal mengecam Taliban atau memantik kekecewaan kelompok ekstremis tersebut. Mereka bakal membalas dengan aksis terorisme.
"Saya harap tidak ada yang kemudian memberi suatu kecaman yang tidak bijak sehingga menimbulkan rasa tidak puas hati dan kecewa," imbaunya.
Meski begitu, masyarakat umum tidak perlu khawatir. Nasir percaya aparat di Indonesia, khususnya Densus 88, selalu aktif dan siaga pada ancaman yang mengganggu keamanan Indonesia.
(Mentari Puspadhini) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)