Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (tengah). Dok. Kementerian LHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (tengah). Dok. Kementerian LHK

Menteri LHK Harap Kepentingan Indonesia Diakomodasi dalam Paris Rule Book

Nasional Lingkungan Lingkungan Hidup emisi kendaraan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar
Theofilus Ifan Sucipto • 11 September 2021 14:05
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar berharap kepentingan Indonesia segera diakomodasi dalam Paris Rule Book. Tujuannya, agar Indonesia lebih maksimal menghadapi perubahan iklim.
 
“Indonesia sangat berharap terselesaikannya Paris Rule Book melalui adopsi keputusan yang substansial, yaitu artikel 6 Perjanjian Paris,” kata Siti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 September 2021.
 
Siti memerinci sejumlah kepentingan nasional seperti kerangka waktu umum untuk nationally determined contributions (NDC), tranparansi atau masalah metodologi berdasarkan Perjanjian Paris, kerugian dan kerusakan, tujuan global untuk adaptasi, dan aspek pendanaan. Harapan itu disampaikan dalam Conference of the Parties (COP) ke 26/ COP 26 yang diselenggarakan secara daring. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Siti menyebut Indonesia terus mendukung semangat menjaga kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 1,5 derajat celcius. Kemudian, mendorong implementasi menuju net-zero emisi dengan memperhatikan prinsip-prinsip tanggung jawab umum yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing negara.
 
“Target NDC Indonesia yang cukup ambisius dibuktikan dengan kerja lapangan sebagai implementasi,” papar politikus Partai NasDem itu.
 
Siti menargetkan penurunan emisi hingga 41 persen. Target itu bentuk keseriusan Indonesia soal isu lingkungan.
 
“Penurunan emisi harus dibaca dalam kerja keras implementasi, memperkuat upaya adaptasi sekuat mitigasi, dan perluasan objek baru,” ujar dia.
 
Sasaran objek itu, yakni ekosistem marine laut terutama mangrove dan terumbu karang. Kemudian dukungan blue carbon serta dukungan kerja sama, finansial, dan teknologi termasuk dengan dunia usaha.
 
“Penurunan emisi terbesar ditargetkan dari sektor kehutanan dan land use, serta sektor energi,” ucap Siti.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif