Peternak, Suroto, di acara Crosscheck by Medcom.id/Kautsar.
Peternak, Suroto, di acara Crosscheck by Medcom.id/Kautsar.

Cerita Suroto Nekat Membentangkan Poster di Hadapan Jokowi

Nasional Jokowi Peternakan jagung covid-19 Crosscheck
Kautsar Widya Prabowo • 19 September 2021 12:35
Jakarta: Peternak ayam petelur asal Blitar, Jawa Timur, Suroto, sempat disorot media massa. Suroto membentangkan poster berisikan keluh kesahanya ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Blitar. 
 
Dalam program acara Crosschek by Medcom.id, Suroto menceritakan aksi nekatnya tersebut. Hal itu bermula ketika ia mengetahui bahwa Presiden Jokowi akan berkunjung ke Blitar berdasarkan informasi di WhatsApp Group (WAG). 
 
"Lihat di grup WA wah Pak Jokowi mau ke Blitar. Sekitar Jam 12 saya selesai kerjaan saya mandi sekitar jam 1. Saya ya sebenarnya ingin ketemu langsung mau ngomong curhat langsung tapi, wah ini pasti enggak bisa lah kan enggak punya undangan resmi, bentangkan poster deh," ujar Suroto di kanal Youtube Medcom.id, Minggu, 19 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Bentangkan Poster ke Jokowi, Suroto Curhat Kondisi Peternak di Masa Pandemi
 
Suroto kemudian bergegas ke toko alat tulis dan membeli kertas berukuran besar dan spidol. Namun, ia tidak menemukan spidol. Dia kembali ke rumahnya, tepatnya di kandang ayam, untuk mengambil spidol yang kerap ia gunakan memantau perkembangan ayamnya. 
 
Selanjutnya, Suroto bergegas mengemudikan sepeda motornya dengan membawa kertas dan spidol. Ia berencana menulis keluh kesahnya terkait pandemi di dekat lokasi kunjungan Jokowi.
 
"Saya mau ke situ loh kok banyak tentara, banyak polisi, terus saya nulisnya di mana, saya bingung, akhirnya saya wah ini ke rumah keponakan aja, kan ada keponakan rumahnya di Blitar kota, akhirnya mampir di situ. Akhirnya saya nulis," tuturnya.
 
Saat itu, Suroto diwanti-wanti keponaknnya untuk berhati-hati menyampaikan aspirasinya ke Kepala Negara. Akhirnya, Suroto berupaya menyusun kata-kata yang tidak mengandung unsur-unsur penghinaan.
 
Kemudian, ia menuju lokasi kunker Jokowi. Suroto mengaku sempat ragu melakukan aksinya. "Saya bingung, wah gagal ini. Akhirnya saya nunggu. Ini nanti pak Jokowi keluar kok, pasti bisa. Meskipun saya, istilahnya orang jawa ndredeg (gemetar), kakinya sebenarnya nggak punya tenaga," tuturnya.
 
Disela-sela menunggu Jokowi, Suroto tidak berhenti berdoa agar diberikan kelancaran. Tidak menunggu lama, ia mendengar hiruk pikuk masyarakat menyambut kedatangan Jokowi.
 
"Pak jokowi melambaikan tangan wah ini Pak jokowi. Kaca jendelamya kan terbuka lebar. Saya bentangkan spanduk cuma berkata seperti ini 'Pak Jokowi' saya bilang begitu. Saya rasa Pak Jokowi lihat, saya paling tinggi di belakangnya mak-mak itu," terangnya.
 
Namun, ketika Suroto membentangkan poster bertuliskan 'Pak Jokowi Bantu Kami Peternak Beli Jagung dengah Harga Wajar', seorang polisi langsung merampas poster tersebut. Sontak, Suroto kaget dan mempertanyakan maksud dari tindakan anggota Korps Bhayangkara itu.
 
"Disamber (kepolisian) saya tetap gini. Tahu-tahu loh kok nggak ada, diambil orang. Saya bilang, arep ngopo arep ngopo (mau apa mau apa),  Saya enggak merasa bersalah. Kalau saya salah kan saya lari gitu," tanya Suroto. 
 
Suroto pun akhirnya dibawa ke Polres Blitar Kota, untuk dimintai keterangan. Tindakan polisi tersebut sempat membuatnya menutup diri dari dunia luar. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif