Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

KLHK Selidiki 24 Korporasi Terlibat Karhutla

Kautsar Widya Prabowo • 21 Agustus 2019 06:47
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyelidiki 24 perusahaan atau korporasi terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia. Angka tersebut diketahui melalui hasil penyelidikan tim gabungan KLHK. 
 
Direktur Penegakan Hukum Pidan KLHK Yazid Nurhuda mengatakan melalui satelit yang dimiliki Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) diketahui terdapat titik-titik panas yang berada di area 24 perusahaan tersebut. Dari data tersebut menjadi dasar untuk mendalami keterkaitan dengan kasus karhutla.
 
"Kalau titik panasnya 80 persen, itu diperkirakan itu panasnya itu dari api, itu baru kita cek ke lapangan kita identifikasi bener enggak itu api. kalau titik panas belum tentu api kalau kita ground check," ujar Yazid kepada Medcom.id, Selasa, 20 Agustus 2019.

Perusahaan tersebut berada di Provinsi Jambi sebanyak satu perusahaan, Sumatera Selatan satu, Provinsi Riau lima perusahaan, Provinsi Kalimantan Barat ada 14 perusahaan, dan di Provinsi Kalimatan Tengah terdapat tiga perusahan. Semua perusahaan telah dipanggil  untuk dimintai keteranganya apakah terbukti melakukan kasus karhutla atau tidak. 
 
"(Didalami) Kalau memang terbakar apa penyebabnya, kenapa bisa sampai terbakar, apa motif dan sebagainya, perusahaan memiliki perizinan, kelengkapan perizinan, itu kita minta keterangan," tuturnya.
 
Lebih lanjut, jumlah perusahaan yang terjerat kasus karhutla masih berpotensi bertambah, mengingat masih ditemukan banyak titik panas. Namun ia belum dapat memperkirakan kapan tim gabungan yang terdiri KLHK, pemerintah daerah, hingga dinas lingkungan hidup provinsi, kabupaten, kota rampung mendalami 24 perusahaan tersebut.
 
"Secepatnya, kami belum bisa menentukan, jadi mereka masing-masing tim akan persentasi dengan tim yang lebih besar disana, nanti melaporkan ke kami rencana tindaklanjutnya," pungkasnya.
 
24 perusahaan tersebut di antaranya
Jambi : PT MAS.
Sumatera Selatan: PT HBL.
Riau: PT RAPP, PT AA, PT GSM, PT SRL PT TW.
Kalimatan Barat: PT DAS, PT GKM, PT UKIJ, PT PLD, PT SUM, PT MSL, PT TANS, PT SPAS, PT MAS, PT SP, PT UB, PT SKM, PT AER, PT ABP.
Kalimantan Tengah: PT DI, PT SSS, PT IFP.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>