Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para peneliti dan ilmuwan Indonesia di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan. Foto: Biro Pers
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para peneliti dan ilmuwan Indonesia di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan. Foto: Biro Pers

Pemerintah Mulai Tata Pengembangan Riset dan Inovasi

Nasional ekspor impor Riset dan Penelitian
Damar Iradat • 25 November 2019 12:58
Jakarta: Pemerintah mulai menata pengembangan riset dan inovasi. Indonesia harus bisa mengekspor barang jadi ke negara lain, bukan hanya bahan baku mentah.
 
"Memang ini kita baru menata untuk riset dan inovasi," kata Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan para peneliti dan ilmuwan Indonesia di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan, Senin, 25 November 2019.
 
Jokowi menjelaskan Indonesia sudah mulai bertransformasi. Dalam bidang energi, penggunaan B20 yang akan menjadi B30 mengurangi impor bahan bakar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang-barang jadi atau setengah jadi," ujar dia.
 
Menurut dia, itu merupakan bagian dari strategi bisnis negara, sehingga barang yang diekspor memiliki nilai tambah. Dia optimistis hal tersebut bisa dikerjakan dengan baik.
 
Jokowi ingin ibu kota baru dirancang sebuah cluster besar untuk riset dan inovasi. Pemerintah sudah menyiapkan lahan khusus pengembangan riset dan inovasi.
 
"Kita ingin kalau sudah masuk ke sana artinya memang harus dibelokkan. Yang dulu anggaran banyak ke infrastruktur akan mulai digeser masuk ke riset dan inovasi," jelas dia.
 
Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, terang Jokowi, mendorong semangat untuk meyakini prediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045. Indonesia disebut akan menempati posisi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000-29.000 per tahun.
 
"Kalau sekarang UMK kita baru Rp2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp27 juta per bulan," ujar dia.
 
Dia meyakini lompatan yang sangat besar itu akan terjadi kalau semua pekerjaan besar dilalui dengan benar. Hal ini bisa dilakukan tanpa terganggu turbulensi politik.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif