Koordinator Relawan Jam'iyyah Jokowi Ma'ruf, Rody Asyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.
Koordinator Relawan Jam'iyyah Jokowi Ma'ruf, Rody Asyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.

Cuitan Hanum Rais Singgung Rekayasa Kasus Dipolisikan

Nasional hoax
Cindy • 12 Oktober 2019 00:45
Jakarta: Relawan Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf melaporkan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanum Salsabila Rais ke Bareskrim Polri. Hanum dilaporkan lantaran mengunggah cuitan yang menyudutkan insiden penyerangan salah satu pejabat negara.
 
"Banyak masyarakat sudah simpatik (terkait insiden penusukan Wiranto), Hanum memberikan statement bahwa ini hanya rekayasa, settingan. Ini hanya untuk menggelontorkan dana deradikalisasi," kata Koordinator Relawan Jam'iyyah Jokowi Ma'ruf, Rody Asyadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Menurut Rody, cuitan Hanum di sosial media Twitter itu membawa efek negatif di kalangan masyarakat. Hanum dinilai menggiring opini publik dengan kalimat yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena Hanum enggak hanya kali ini saja membuat pernyataan yang ngawur, yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Contohnya waktu kasus Ratna Sarumpaet," ucap Rody.
 
Barang bukti yang dibawa pihaknya antara lain tangkapan layar cuitan Hanum tentang rekayasa penyerangan Wiranto hingga tangkapan layar berita viral terkait cuitan tersebut. Rody menuturkan Hanum sebagai seorang politikus seharusnya mampu menjaga ucapannya dalam merespon isu yang tengah terjadi di masyarakat. Baik saat kasus hoaks Ratna Sarumpaet maupun kasus penyerangan Wiranto.
 
"Pelaporan ini untuk memberi efek jera ke Hanum. Ini harus diproses secara hukum," tandas Rody.
 
Sebelumnya, Hanum Salsabila Rais mengunggah narasi di media sosial twitter berbunyi 'Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Karena tidak bakal dipakai lagi. Play victim. Mudah dibaca sebagai plot. Di atas berbagai opini yang beredar terkait berita hits siang ini. Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi'.
 
Namun cuitan tersebut dihapus dan diganti dengan cuitan lainnya. Hanum mengaku unggahan rekayasa penusukan tersebut terhapus tanpa sengaja.
 
"Kehapus. Saya hanya menyampaikan betapa masyarakat sekarang susah memahami mana yang harus dipercayai. Dan itu sangat mengkhawatirkan," dikutip dari akun @hanumrais. Hingga tulisan ini dimuat, akun twitter Putri Amien Rais itu dikunci.
 
Wiranto diserang orang tak dikenal saat berada di Alun-alun Menes Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019, sekitar pukul 11.30 WIB. Seseorang berpakaian hitam itu tiba-tiba merangsek pengamanan tak lama setelah Wiranto keluar dari mobil dinasnya.
 
Wiranto yang saat itu baru keluar dari mobil untuk bersalaman dengan warga, langsung terjengkang. Saat itu, Wiranto hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian gedung kuliah bersama di Universitas Matlaul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Banten.

 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif