Ilustrasi- Pexels
Ilustrasi- Pexels

Mustahil Berenang Bersama Picu Kehamilan

Nasional kehamilan
Media Indonesia.com • 23 Februari 2020 23:58
Jakarta: Pernyataan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty terkait kehamilan dapat terjadi akibat laki-laki dan perempuan berenang di kolam yang sama menuai berbagai tanggapan dari masyarakat luas. Dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Siloam Christofani Ekapatria menilai hal tersebut mustahil terjadi.
 
"Tidak mungkin terjadi. Karena sperma akan mati begitu terkena air," kata Christofani kepada Media Indonesia, Minggu, 23 Februari 2020.
 
Christo menjelaskan proses seorang perempuan bisa hamil sangat kompleks. Fekunditas atau laju reproduksi manusia paling rendah dibandingkan spesies mamalia lain, hanya sekitar 25 persen setiap siklusnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perempuan dan laki-laki perlu memiliki organ reproduksi yang sehat untuk terjadi pembuahan. Haid mengawali siklus pertumbuhan sel telur. Proses pematangannya membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Setelah sel telur matang baru akan terjadi ovulasi (pelepasan sel telur ke dalam saluran telur).
 
"Pascaovulasi seorang wanita hanya punya waktu sekitr 24 jam untuk bisa dibuahi. Apabila saat masa subur terjadi koitus (hubungan seksual) maka puluhan hingga ratusan juta sperma akan dilepaskan ke dalam vagina. Di sini proses seleksi sudah terjadi," beber dia.
 
Dari jutaan sperma yang dilepaskan, jelas dia, hanya sekitar ribuan yang bisa mencapai saluran telur. Seleksi terus berjalan hingga akhirnya satu sperma yang bisa bersatu dengan sel telur
 
"Selanjutnya, embrio yang terbentuk harus bisa menempel di endometrium (dinding dalam rahim) untuk bisa berkembang menjadi bayi. Sperma yang sehat bisa bertahan hingga 72 jam di dalam tubuh seorang wanita," ungkap dia.
 
Baca: Kapan Gejala Kehamilan Terasa?
 
Mustahil Berenang Bersama Picu Kehamilan

 
Banyak alasan kehamilan menyebabkan sakit kepala, dari perubahan hormon hingga asupan makanan dan minuman tertentu. (Ilustrasi/Pexels)
 
Sementara itu, Deputi Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto mengatakan pendidikan kesehatan reproduksi dalam sertifikasi pranikah sangat penting. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya informasi simpang siur mengenai reproduksi.
 
"Ya betul dalam sertifikasi pranikah ada materi kesehatan reproduksinya," kata Agus.
 
Calon pengantin akan diberikan materi terkait kesehatan reproduksi mulai dari informasi organ reproduksi laki-laki dan perempuan, kehamilan, perencanaan kehamilan, hingga potensi penyakit menular yang timbul.
 
Deputi Bidang Keluarga Berencana BKKBN Dwi Listyawardani mengungkapkan, materi kesehatan reproduksi yang dimasukkan dalam sertifikasi pranikah dapat membatu menciptakan keluarga berkualitas.
 
"Dengan adanya edukasi dan cek kesehatan pranikah, diharapkan akan menciptakan generasi berkualitas, dan untuk mengoptimalkan bonus demografi sampai 2045. Ini untuk menyelamatkan generasi ke depan. Kita sudah bisa edukasi dari awal reproduksi sebelum keluarga terbentuk," kata Dwi.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif