Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus DBD Mencapai 70.161 Orang, Bali Terbanyak

Nasional demam berdarah
Theofilus Ifan Sucipto • 27 Juni 2020 10:29
Jakarta: Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih bertambah. Tercatat lebih dari 70 ribu kasus terjadi hingga Jumat, 26 Juni 2020.
 
"Hingga kemarin terdapat 70.161 kasus DBD di Indonesia," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Medcom.id, Sabtu, 27 Juni 2020.
 
Nadia mengatakan dua wilayah di Bali menyumbang kasus DBD terbanyak. Daerah tersebut yaitu Kabupaten Buleleng dengan 2.677 kasus dan Kabupaten Badung dengan 2.138 kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan tiga wilayah dengan kasus DBD terbanyak lainnya adalah Kota Bandung dengan 1.748 kasus dan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dengan 1.678 kasus. "Yang terakhir Kabupaten Lombok Barat dengan 1.349 kasus," kata Nadia.
 
Dia menyebut 449 orang telah meninggal akibat penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti itu. Terdapat dua penambahan kasus kematian yang berasal dari Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dan Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
 
Baca: Lonjakan Kasus DBD di DIY Selama Dua Bulan Tembus 970
 
Nadia mengatakan kasus DBD paling banyak terjadi di rentang usia 15 sampai 44 tahun. Sedangkan kasus kematian terbanyak berada di rentang usia lima hingga 14 tahun.
 
Masyarakat, kata Nadia, bisa menekan laju kasus DBD di tengah pandemi covid-19 (korona). Salah satunya dengan 3M Plus, yakni menguras, menutup kolam dan wadah penampungan air, dan mendaur ulang limbah bekas.
 
"Pemberantasan sarang nyamuk ini masih sangat relevan. Sementara plusnya itu banyak sekali mulai dari menggunakan lotion kemudian menutup rumah dengan kasa nyamuk," kata Nadia, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020.
 
Nadia mengatakan masih banyak masyarakat tidak melengkapi rumah dengan kasa nyamuk. Padahal, kasa nyamuk bisa mencegah nyamuk masuk.
 
Satu hal yang juga penting ialah tidak menggantung pakaian bekas pakai. Hal ini bisa mengundang kerumunan nyamuk di dalam rumah.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif