Jakarta: Tak hanya berolahraga, sebagian orang memanfaatkan Hari bebas kendaraan bermotor (Car Free Day/CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin untuk berdagang. Tak tanggung-tanggung omzet berjualan bisa mencapai Rp3 juta.
Afrizal contohnya, sudah berjualan sejak pukul 06.00 WIB. Dia berjualan kaus kaki seharga Rp10.000 per lima pasang.
Harga miring itu membikin jualan Afrizal menarik pembeli. "Kalau diobral banyak yang datang. Kita sih omzet bisa sampai Rp3 juta," kata Afrizal kepada Medcom.id, Minggu, 7 Desember 2018.
Dia bilang berjualan di CFD setiap minggu sangat membantu menambah pundi-pundi. Meski, ia mengakui saingan berjualan kaus kaki tidak sedikit.
Sama halnya dengan Yuni, penjual sosis dan bakso bakar. Dia sengaja berjualan di CFD karena melihat peluang mendapat uang lebih.
Yuni berjualan sosis bakar seharga Rp12.000. Sedangkan bakso bakar dijual Rp2.500.
"Kalau lagi ramai Rp600.000 sampai Rp700.000 omzet saja. Tapi kalau biasanya Rp400.000," sebut Yuni yang berjualan di seberang menara BCA.
Suasana CFD - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Yuni mengaku warung kecilnya itu yang kedua. "Bapaknya juga buka di dekat stasiun sudirman. Jadi ini (saya) buka cabang," imbuh Yuni.
Dengan adanya dua tempat, Yuni mengaku omzet yang didapat lebih besar. Meski begitu, tak semua penjual bisa mendapat untung banyak.
Yani, penjual sandal di dekat halte Transjakarta Tosari ICBC mengaku, sampai pukul 08.00 WIB dagangannya belum dibeli.
"Belum laku nih, padahal jualnya tidak mahal. Rp15.000, Rp20.000, Rp30.000," ucap Yani.
Jika situasi ramai, ia bisa meraup omzet sampai Rp400.000. Namun jika sepi, dia hanya membawa pulang Rp150.000 hingga Rp250.000.
"Kuncinya sabar saja," pungkas Yani.
Suasana CFD - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Jakarta: Tak hanya berolahraga, sebagian orang memanfaatkan Hari bebas kendaraan bermotor (
Car Free Day/CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin untuk berdagang. Tak tanggung-tanggung omzet berjualan bisa mencapai Rp3 juta.
Afrizal contohnya, sudah berjualan sejak pukul 06.00 WIB. Dia berjualan kaus kaki seharga Rp10.000 per lima pasang.
Harga miring itu membikin jualan Afrizal menarik pembeli. "Kalau diobral banyak yang datang. Kita sih omzet bisa sampai Rp3 juta," kata Afrizal kepada
Medcom.id, Minggu, 7 Desember 2018.
Dia bilang berjualan di CFD setiap minggu sangat membantu menambah pundi-pundi. Meski, ia mengakui saingan berjualan kaus kaki tidak sedikit.
Sama halnya dengan Yuni, penjual sosis dan bakso bakar. Dia sengaja berjualan di CFD karena melihat peluang mendapat uang lebih.
Yuni berjualan sosis bakar seharga Rp12.000. Sedangkan bakso bakar dijual Rp2.500.
"Kalau lagi ramai Rp600.000 sampai Rp700.000 omzet saja. Tapi kalau biasanya Rp400.000," sebut Yuni yang berjualan di seberang menara BCA.
Suasana CFD - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Yuni mengaku warung kecilnya itu yang kedua. "Bapaknya juga buka di dekat stasiun sudirman. Jadi ini (saya) buka cabang," imbuh Yuni.
Dengan adanya dua tempat, Yuni mengaku omzet yang didapat lebih besar. Meski begitu, tak semua penjual bisa mendapat untung banyak.
Yani, penjual sandal di dekat halte Transjakarta Tosari ICBC mengaku, sampai pukul 08.00 WIB dagangannya belum dibeli.
"Belum laku nih, padahal jualnya tidak mahal. Rp15.000, Rp20.000, Rp30.000," ucap Yani.
Jika situasi ramai, ia bisa meraup omzet sampai Rp400.000. Namun jika sepi, dia hanya membawa pulang Rp150.000 hingga Rp250.000.
"Kuncinya sabar saja," pungkas Yani.
Suasana CFD - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)