Klinik UMKM Bangkit. dok. Satgas PRR/Kementerian UMKM
Klinik UMKM Bangkit. dok. Satgas PRR/Kementerian UMKM

Transaksi UMKM di Wilayah Terdampak Terus Meningkat, Tembus 14,7 Juta di E-Commerce

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Mei 2026 15:21
Ringkasnya gini..
  • Per 30 Mei 2026 total transaksi UMKM melalui platform e-commerce telah mencapai 14.712.693 transaksi di tiga wilayah terdampak.
  • Kenaikan ini menjadi salah satu indikator roda ekonomi masyarakat kembali bergerak setelah terdampak bencana.
  • Pemerintah menyiapkan dukungan pengembangan usaha mikro senilai sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun yang difokuskan bagi pelaku usaha terdampak.
Jakarta: Pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berjalan, aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai kembali tumbuh, ditandai dengan meningkatnya transaksi perdagangan melalui platform digital.
 
Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 30 Mei 2026 mencatat total transaksi UMKM melalui platform e-commerce telah mencapai 14.712.693 transaksi di tiga wilayah terdampak. Angka tersebut meningkat dibanding awal Mei yang tercatat sebesar 13.209.182 transaksi.
 
Kenaikan ini menjadi salah satu indikator roda ekonomi masyarakat kembali bergerak setelah terdampak bencana. Selain menunjukkan kemampuan adaptasi pelaku usaha kecil, pertumbuhan transaksi juga mencerminkan mulai pulihnya aktivitas ekonomi keluarga penyintas di berbagai wilayah.

Secara rinci, Aceh mencatat 94.300 transaksi dengan 1.396 produk UMKM yang dipasarkan secara digital. Sumatera Utara mencatat 11.093.689 transaksi dengan 631 produk, sementara Sumatera Barat mencapai 3.524.704 transaksi dari 101 produk yang dipasarkan.
 
Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Hingga akhir Mei, penyaluran bantuan di Aceh telah mencapai Rp250,745 miliar dari total alokasi Rp254,440 miliar. Di Sumatera Utara, bantuan yang tersalurkan mencapai Rp56,615 miliar dari Rp62,900 miliar, sedangkan di Sumatera Barat telah tersalurkan Rp16,835 miliar dari total Rp17,740 miliar.
 
 
Menteri UMKM Maman Abdurrahman memgatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi pemulihan permanen pascabencana yang telah dirancang pemerintah melalui Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) Pascabencana Sumatera.
 
Menurutnya, pemerintah menyiapkan dukungan pengembangan usaha mikro senilai sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun yang difokuskan bagi pelaku usaha terdampak, terutama mereka yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.
 
“Kurang lebih pengembangan usaha mikro sekitar Rp900 miliar sampai Rp1 triliun masuk dalam Renduk. Bantuan ini untuk pengembangan usaha mikro bagi mereka yang belum terakses perbankan. Targetnya sekitar 200 ribu pengusaha mikro selama dua tahun,” kata Maman usai menghadiri rapat Satgas PRR di kompleks parlemen dikutip Sabtu, 30 Mei 2026.
 
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan proses penanganan bencana kini secara bertahap memasuki fase pemulihan permanen melalui rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan berjalan hingga 2028. Pada tahap ini, pemulihan ekonomi masyarakat menjadi salah satu prioritas utama selain pembangunan hunian, infrastruktur, dan layanan dasar.
 
“Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa menuju permanen, kita namakan rehab-rekon, dan ini kuncinya adalah Renduk,” ujar Tito.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>