Ilustrasi WiFi
Ilustrasi WiFi

Hati-hati saat Mudik! Data Pribadi Bisa Dicuri Lewat Wi-Fi Gratis

Annisa ayu artanti • 19 Maret 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Wi-Fi publik saat mudik berisiko tinggi karena minim enkripsi dan mudah dimanfaatkan peretas.
  • Data sensitif seperti password, rekening, dan email bisa dicuri dalam hitungan detik melalui Wi-Fi publik.
  • Modus lanjutan berupa phishing sering menyasar korban lewat tautan atau aplikasi palsu.
Jakarta: Mudik Lebaran memang identik dengan momen bahagia seperti bertemu keluarga, melepas rindu, hingga menikmati perjalanan panjang. Namun di balik euforia tersebut, ada ancaman digital yang sering luput dari perhatian yakni pencurian data pribadi melalui Wi-Fi publik.
 
Saat kamu santai membuka media sosial di rest area, mengecek pesan di bandara, atau sekadar menikmati kopi di kafe dengan Wi-Fi gratis, ada risiko besar yang mengintai. Jaringan Wi-Fi publik yang tampak praktis dan mudah diakses justru bisa menjadi celah bagi peretas untuk masuk dan mencuri data pribadimu.
 
Mulai dari nomor rekening, kata sandi akun, hingga foto pribadi, semuanya bisa diambil hanya dalam hitungan detik. Tanpa disadari, aktivitas santai justru bisa berubah menjadi momen berbahaya.

Media internasional juga menyoroti hal ini. Laporan New York Post (2025) mengungkapkan bahwa banyak jaringan Wi-Fi publik masih bersifat terbuka atau tidak terenkripsi, sehingga penjahat siber dapat dengan mudah mencuri data sensitif seperti kredensial login, informasi perbankan, hingga pesan pribadi pengguna.
 
Risiko ini semakin tinggi saat musim mudik dan Lebaran. Pasalnya, banyak orang mengandalkan internet untuk berbagai aktivitas penting, seperti menghubungi keluarga, membeli tiket perjalanan, hingga mengakses mobile banking dan e-commerce.
 
Karena itu, memahami risiko Wi-Fi publik sekaligus cara menggunakannya dengan aman menjadi bagian penting dari literasi digital saat ini.
 
Baca juga: Cara Menghubungkan Perangkat dengan Wifi KAI Tanpa Password

Mengapa Wi-Fi publik rentan disalahgunakan?

Tidak seperti jaringan internet pribadi di rumah, Wi-Fi publik umumnya tidak dilengkapi sistem keamanan yang memadai. Hal ini membuatnya menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber. Mengutip laman OCBC berikut penjelasan Wi-Fi publik rentan disalahgunakan.
 
1. Tidak menggunakan enkripsi
Banyak jaringan Wi-Fi publik tidak memiliki sistem enkripsi yang kuat. Artinya, data yang kamu kirim dan terima bisa “terlihat” oleh pihak lain dalam jaringan yang sama, termasuk username, password, hingga nomor kartu kredit.
 
2. Digunakan banyak orang sekaligus
Semakin banyak pengguna dalam satu jaringan, semakin besar peluang peretas untuk menyusup dan memantau lalu lintas data.
 
3. Wi-Fi palsu (Evil Twin)
Peretas bisa membuat jaringan Wi-Fi palsu dengan nama yang menyerupai jaringan resmi, seperti “Airport_Free_WiFi” atau “Cafe_Free_WiFi”. Saat kamu terhubung, semua aktivitasmu bisa dipantau.
 
4. Serangan Man-in-the-Middle
Dalam serangan ini, pelaku berada di antara koneksi perangkatmu dan server. Mereka bisa membaca, menyimpan, bahkan memodifikasi data tanpa kamu sadari.
 
5. Penyebaran malware
Beberapa jaringan publik juga bisa menjadi sarana penyebaran malware yang otomatis masuk ke perangkat pengguna.

Data apa saja yang paling rentan dicuri?

Saat menggunakan Wi-Fi publik tanpa perlindungan, beberapa jenis data berikut menjadi target utama:
  • Password akun
  • Informasi kartu kredit
  • Data mobile banking
  • Email pribadi atau pekerjaan
  • Akun media sosial
  • Dokumen penting di cloud
Jika data tersebut berhasil diakses, pelaku bisa memanfaatkannya untuk aksi kejahatan lanjutan, seperti penipuan phishing.
 
Menggunakan Wi-Fi publik memang praktis, apalagi saat perjalanan mudik yang panjang. Namun, tanpa kesadaran akan risiko keamanan, kemudahan tersebut bisa berubah menjadi ancaman serius.
 
Karena itu, penting untuk selalu berhati-hati saat terhubung ke jaringan publik. Pastikan kamu tidak sembarangan mengakses data sensitif, terutama yang berkaitan dengan keuangan dan akun pribadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>