medcom.id, Jakarta: Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, bus kota Metromini 80 jurusan Kalideres-Grogol sering menyerobot palang pintu pelintasan kereta.
"Ini harus diselesaikan. Tidak boleh ada korban seperti ini. Perlintasan sudah ditutup, kenapa masuk?" kata Yani saat berada di lokasi kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dengan Metromini 80 di perlintasan Angke yang menyebabkan 14 orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka, Minggu (6/12/2015).
Menurut dia, sopir Metromini telah lalai sehingga orang lain menjadi korban. Sebab itu, Pemprov DKI akan menerapkan sanksi keras terhadap Metromini 80. "Kami akan evaluasi trayeknya. Kalau perlu dicabut," katanya menegaskan.
Sebanyak 14 jenazah tabrakan KRL dengan bus kota Metromini telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses identifikasi.
Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto mengatakan, sebanyak tujuh korban luka lainnya telah dibawa ke RS Tarakan, RS Sumber Waras, dan RS Cibubur Tambora untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut dia, semua korban merupakan penumpang bus dan tidak ada korban dari penumpang KRL. Ia mengatakan, tabrakan antara dua transportasi umum itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di perlintasan jalan antara Stasiun Bandan dan Stasiun Duri.
Saksi mata, kata Kapolsek Tambora, menyebutkan petugas palang pintu perlintasan sudah menutup jalan karena KRL akan lewat. Namun, palang perlintasan hanya menutup 2/3 badan jalan sehingga ada celah jalan yang tidak tertutup.
Bus kota Metromini jurusan Kalideres-Grogol menerobos pelintasan sehingga dihantam KRL yang sedang melintas dari utara. Akibatnya, bus terseret sekitar 200 meter dan menewaskan 13 orang dan melukai tujuh orang lainnya. Untuk memudahkan evakuasi korban, petugas gabungan memotong badan bus kota.
medcom.id, Jakarta: Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Yani Wahyu mengatakan, bus kota Metromini 80 jurusan Kalideres-Grogol sering menyerobot palang pintu pelintasan kereta.
"Ini harus diselesaikan. Tidak boleh ada korban seperti ini. Perlintasan sudah ditutup, kenapa masuk?" kata Yani saat berada di lokasi kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) dengan Metromini 80 di perlintasan Angke yang menyebabkan 14 orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka, Minggu (6/12/2015).
Menurut dia, sopir Metromini telah lalai sehingga orang lain menjadi korban. Sebab itu, Pemprov DKI akan menerapkan sanksi keras terhadap Metromini 80. "Kami akan evaluasi trayeknya. Kalau perlu dicabut," katanya menegaskan.
Sebanyak 14 jenazah tabrakan KRL dengan bus kota Metromini telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses identifikasi.
Kapolsek Tambora Kompol Wirdhanto mengatakan, sebanyak tujuh korban luka lainnya telah dibawa ke RS Tarakan, RS Sumber Waras, dan RS Cibubur Tambora untuk mendapatkan perawatan medis.
Menurut dia, semua korban merupakan penumpang bus dan tidak ada korban dari penumpang KRL. Ia mengatakan, tabrakan antara dua transportasi umum itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di perlintasan jalan antara Stasiun Bandan dan Stasiun Duri.
Saksi mata, kata Kapolsek Tambora, menyebutkan petugas palang pintu perlintasan sudah menutup jalan karena KRL akan lewat. Namun, palang perlintasan hanya menutup 2/3 badan jalan sehingga ada celah jalan yang tidak tertutup.
Bus kota Metromini jurusan Kalideres-Grogol menerobos pelintasan sehingga dihantam KRL yang sedang melintas dari utara. Akibatnya, bus terseret sekitar 200 meter dan menewaskan 13 orang dan melukai tujuh orang lainnya. Untuk memudahkan evakuasi korban, petugas gabungan memotong badan bus kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)