Jakarta: Indikator Politik Indonesia membeberkan hasil jajak pendapatnya terkait pilihan masyarakat terhadap calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo tengah bersaing ketat.
"Posisi pertama dipimpin oleh Ganjar Pranowo dengan angka 27,5 persen dari keseluruhan jawaban responden," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam telekonferensi yang digelar pada Minggu, 30 April 2023.
Prabowo berada di posisi kedua dengan angka suara responden 25,1 persen. Hasil untuk Menteri Pertahanan itu selisih tipis dengan Ganjar dan masuk kemungkinan margin of error dalam jajak pendapat ini.
"Anies Baswedan mendapatkan suara responden sebesar 18,8 persen, lalu, Ridwan Kamil mendapatkan suara 6,8 persen," ucap Burhanuddin.
Indikator Politik Indonesia sejatinya menyiapkan 35 nama capres dalam surveinya. Namun, sosok lain hanya mendapatkan suara di bawah tiga persen dari keseluruhan suara responden.
"Sementara sekitar 9,3 persen belum menunjukkan pilihan," ujar Burhanuddin.
Dalam surveinya, dukungan terhadap Anies, Ganjar, dan Prabowo turun naik tiap bulannya. Gubernur Jawa Tengah itu bahkan mengalami penurunan suara pada periode Maret 2023 sampai April 2023.
Suara Ganjar pada Maret 2023 mencapai 30,8 dalam hasil survei sebelumnya. Kemudian turun menjadi 27,5 persen dalam jajak pendapat terbarunya. Burhanuddin menyebut penurunan itu terjadi karena penolakan Tim Nasional (Timnas) Israel saat Piala Dunia U-20.
Sementara itu, elektabilitas Anies konsisten meningkat jika mengacu pada hasil survei pada Februari 2022. Saat itu, suaranya hanya ada pada angka 10,4 persen.
Prabowo menjadi salah satu calon yang suaranya meningkat. Tercatat, suara Menteri Pertahanan itu naik dari 23,0 persen pada Maret 2023 menjadi 25,1 persen pada April 2023.
Menurut Burhanuddin, kenaikan dan penurunan suara ini terjadi akibat adanya kenaikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Ganjar mendapatkan penurunan karena polemik penolakan Timnas Israel beberapa waktu lalu.
"Approval rating Presiden Jokowi naik lima poin dibanding bulan Maret, maka capres yang menjual narasi perubahan itu ikut tertekan," kata Burhanuddin.
Jika Pilpres Sekarang
Indikator Politik Indonesia turut menanyakan respondennya dengan kemungkinan jika Pilpres digelar sekarang. Dalam surveinya, cuma Anies, Ganjar, dan Prabowo yang akan maju dalam pemilihan tersebut.
Ketiganya juga tidak akan mendapatkan suara di atas 50 persen. Sehingga, Pilpres diyakini tidak akan digelar satu putaran jika dilakukan saat ini.
"Artinya tiga nama ini tidak akan menang satu putaran," ucap Burhanuddin.
Anies tercatat mendapatkan suara responden sebesar 25,2 persen jika Pilpres digelar sekarang. Sementara itu, elektabilitas Ganjar ada pada angka 34,0 persen.
"Prabowo ada di angka 31,7 persen, sementara itu sebanyak 9,1 persen responden belum menunjukkan pilihan," ujar Burhanuddin.
Metodologi
Jajak pendapat ini digelar dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.220 orang berusia di atas 17 tahun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diwawancarai secara tatap muka.
Survei ini memiliki margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Sementara itu, tingkat kepercayaannya ada pada angka 95 persen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Jakarta: Indikator Politik Indonesia membeberkan hasil jajak pendapatnya terkait pilihan masyarakat terhadap calon presiden (
capres) untuk
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo tengah bersaing ketat.
"Posisi pertama dipimpin oleh
Ganjar Pranowo dengan angka 27,5 persen dari keseluruhan jawaban responden," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam telekonferensi yang digelar pada Minggu, 30 April 2023.
Prabowo berada di posisi kedua dengan angka suara responden 25,1 persen. Hasil untuk Menteri Pertahanan itu selisih tipis dengan Ganjar dan masuk kemungkinan
margin of error dalam jajak pendapat ini.
"
Anies Baswedan mendapatkan suara responden sebesar 18,8 persen, lalu, Ridwan Kamil mendapatkan suara 6,8 persen," ucap Burhanuddin.
Indikator Politik Indonesia sejatinya menyiapkan 35 nama capres dalam surveinya. Namun, sosok lain hanya mendapatkan suara di bawah tiga persen dari keseluruhan suara responden.
"Sementara sekitar 9,3 persen belum menunjukkan pilihan," ujar Burhanuddin.
Dalam surveinya, dukungan terhadap Anies, Ganjar, dan Prabowo turun naik tiap bulannya. Gubernur Jawa Tengah itu bahkan mengalami penurunan suara pada periode Maret 2023 sampai April 2023.
Suara Ganjar pada Maret 2023 mencapai 30,8 dalam hasil survei sebelumnya. Kemudian turun menjadi 27,5 persen dalam jajak pendapat terbarunya. Burhanuddin menyebut penurunan itu terjadi karena penolakan Tim Nasional (Timnas) Israel saat
Piala Dunia U-20.
Sementara itu, elektabilitas Anies konsisten meningkat jika mengacu pada hasil survei pada Februari 2022. Saat itu, suaranya hanya ada pada angka 10,4 persen.
Prabowo menjadi salah satu calon yang suaranya meningkat. Tercatat, suara Menteri Pertahanan itu naik dari 23,0 persen pada Maret 2023 menjadi 25,1 persen pada April 2023.
Menurut Burhanuddin, kenaikan dan penurunan suara ini terjadi akibat adanya kenaikan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (
Jokowi). Namun, Ganjar mendapatkan penurunan karena polemik penolakan Timnas Israel beberapa waktu lalu.
"
Approval rating Presiden Jokowi naik lima poin dibanding bulan Maret, maka capres yang menjual narasi perubahan itu ikut tertekan," kata Burhanuddin.
Jika Pilpres Sekarang
Indikator Politik Indonesia turut menanyakan respondennya dengan kemungkinan jika Pilpres digelar sekarang. Dalam surveinya, cuma Anies, Ganjar, dan Prabowo yang akan maju dalam pemilihan tersebut.
Ketiganya juga tidak akan mendapatkan suara di atas 50 persen. Sehingga, Pilpres diyakini tidak akan digelar satu putaran jika dilakukan saat ini.
"Artinya tiga nama ini tidak akan menang satu putaran," ucap Burhanuddin.
Anies tercatat mendapatkan suara responden sebesar 25,2 persen jika Pilpres digelar sekarang. Sementara itu, elektabilitas Ganjar ada pada angka 34,0 persen.
"Prabowo ada di angka 31,7 persen, sementara itu sebanyak 9,1 persen responden belum menunjukkan pilihan," ujar Burhanuddin.
Metodologi
Jajak pendapat ini digelar dengan menggunakan metode
multistage random sampling. Sebanyak 1.220 orang berusia di atas 17 tahun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia diwawancarai secara tatap muka.
Survei ini memiliki
margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen. Sementara itu, tingkat kepercayaannya ada pada angka 95 persen.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABK)