Bantuan untuk Agats, Papua, diserahkan secara simbolis oleh Direktur Hotel Tentrem Mario Arnaz Hidayat kepada Uskup Alo, disaksikan oleh Direktur Utama Hotel Candi Baru (Hotel Tentrem) Irwan Hidayat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Bantuan untuk Agats, Papua, diserahkan secara simbolis oleh Direktur Hotel Tentrem Mario Arnaz Hidayat kepada Uskup Alo, disaksikan oleh Direktur Utama Hotel Candi Baru (Hotel Tentrem) Irwan Hidayat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Donasi Rp200 Juta Disalurkan Bantu Warga Agats Papua

Nasional sido muncul
Gervin Nathaniel Purba • 04 November 2019 12:24
Jakarta: Suku Asmat sempat menuai perhatian publik setahun lalu. Masalah kelaparan dan gizi buruk membuat pemerintah pusat turun tangan.
 
Presiden RI Joko Widodo menyambangi Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Sejumlah kebijakan diterapkan. Setahun berselang, masalah kelaparan dan gizi buruk belum terdengar lagi.
 
Kondisi di Agats terbelakang bila dibandingkan Jawa dan Sumatera. Meskipun sudah mendapat bantuan pemerintah, masih banyak yang harus dibenahi di Agats.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pimpinan Keuskupan Agats Uskup Aloyisius Murwito mengungkapkan pendidikan di Agats sangat memprihatinkan. Permasalahan ini dipengaruhi oleh pola hidup penduduk setempat.
 
"Mereka masih hidup semi nomaden. Kadang-kadang mereka ada di kampung. Kadang-kadang mereka tinggalkan kampung. Hal ini memengaruhi proses belajar," ujar Uskup Alo, biasa dia disapa, ditemui di Panti Asuhan Vincentius Putra, Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019.
 
Uskup Alo telah bertugas di Agats sejak 2002. Tak heran ia sangat mengenal seluk-beluk kebiasaan masyarakat dan problem yang mereka hadapi.
 
Anak-anak terpaksa meninggalkan sekolah karena mesti mengikuti orang tuanya menjalani kehidupan berpindah-pindah lokasi. Mereka membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Misalnya, membantu berburu hewan.
 
Banyaknya anak-anak yang meninggalkan kampung membuat sekolah sepi. Tak heran kemampuan akademik anak warga Asmat tertinggal.
 
Sejauh ini, pihak keuskupan telah mengelola 22 SD, lima TK, dua SMP, dan satu SMA. Pada 2020, pihaknya berencana akan membangun satu SMA lagi.
 
"Kami tidak mampu mengelola sekolah lebih banyak bila tidak dibantu tenaga guru dari pemerintah. Berat secara keuangan, tapi kami diperbantukan pemerintah dengan mengirim guru," katanya.
 
Donasi Rp200 Juta Disalurkan Bantu Warga Agats Papua
Pimpinan Keuskupan Agats Uskup Aloyisius Murwito (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

 
Pihak keuskupan memiliki semangat untuk mendirikan lebih banyak lagi sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Agats. Mereka juga memiliki semangat untuk merekrut dan membina para guru berkualitas demi pendidikan anak-anak yang lebih baik.
 
Selain pendidikan, pihak keuskupan juga menghadap masalah kesehatan. Masih banyak masyarakat menderita gangguan pernafasan, dan penyakit yang berkaitan akibat kurangnya kebersihan lingkungan.
 
"Bahkan, belum lama ini ditemukan penderita kusta," ujarnya.
 
Faktor kebersihan lingkungan diduga menjadi pemantik penyakit tersebut. Terlebih kondisi di sana sepenuhnya berlumpur. Motor dan mobil sulit melintas. Untuk mendapatkan air bersih warga mengandalkan air hujan.

Donasi Demi Perubahan yang Lebih Baik


Melihat perjuangan pihak keuskupan untuk membawa perubahan yang lebih baik di Agats, Hotel Tentrem Jogja-Semarang tergugah memberikan bantuan uang senilai Rp200 juta.
 
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Hotel Tentrem Mario Arnaz Hidayat kepada Uskup Alo di Panti Asuhan Vincentius Putera, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 1 November 2019. Penyerahan bantuan disaksikan oleh Direktur Utama Hotel Candi Baru (Hotel Tentrem) yang juga menjabat sebagai Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.
 
Donasi Rp200 Juta Disalurkan Bantu Warga Agats Papua
Direktur Utama Hotel Candi Baru (Hotel Tentrem) Irwan Hidayat(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Kami ikut prihatin. (Melalui bantuan ini) Kami ingin ikut berpartisipasi untuk membantu masyarakat di Agats," ujar Irwan.
 
Irwan mengungkapkan bantuan untuk masyarakat Asmat sudah pernah dilakukan. Sebelumnya, Sido Muncul menyumbangkan bantuan dana Rp250 juta yang disalurkan melalui Keuskupan Agung Jakarta.
 
"Hari ini yang menyumbang dari Hotel Tentrem, karena hotel ini juga merupakan milik keluarga Sido Muncul. Semakin banyak yang bantu semakin baik," kata Irwan.
 
Donasi Rp200 Juta Disalurkan Bantu Warga Agats Papua
Direktur Hotel Tentrem Mario Arnaz Hidayat(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Sementara itu, Direktur Hotel Tentrem Mario Arnaz Hidayat berharap dana yang disumbangkan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keuskupan Agats untuk pembangunan daerah.
 
Uskup Alo menyanggupi harapan Mario untuk menggunakan dana donasi seoptimal mungkin bagi kesejahteraan warga.
 
"Terima kasih atas bantuan yang disumbangkan oleh Sido Muncul dan Hotel Tentrem. Dana tersebut bisa digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan darurat. Selain itu bisa juga untuk kebutuhan jangka menengah. Misalnya, pengadaan air bersih, penyuluhan, dan penerangan," ucap Uskup Alo.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif