Kementerian Sosial melakukan survei bahan pangan tambahan bagi keluarga penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Dusun Sungguareng, Desa Bontomatene, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat, 18 Oktober 2019 (Foto:Dok)
Kementerian Sosial melakukan survei bahan pangan tambahan bagi keluarga penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Dusun Sungguareng, Desa Bontomatene, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat, 18 Oktober 2019 (Foto:Dok)

Maksimalkan BPNT 2020, Kemensos Survei di Sulsel

Nasional Berita Kemensos
Rosa Anggreati • 20 Oktober 2019 17:27
Jeneponto: Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar survei untuk memperdalam kajian mengenai bahan pangan tambahan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
 
Survei dilakukan di Dusun Sungguareng, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Pada survei tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Ditjen PFM Kemensos) Nurul Farijati mengunjungi agen e-Warong bersama Asdep Bidang Kompensasi Sosial Kemenko PMK Herbin Manihurik dan Vice President Divisi Social Enterpreneurship BRI M Taufik Hidayat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Survei memerhatikan sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi penawaran akan ditinjau mengenai kesediaan agen BPNT dalam menyediakan bahan pangan lokal. Diharapkan hasil survei dapat memberikan gambaran detail, sehingga dapat menjadi acuan dalam program BPNT 2020," ujar Sekretaris Ditjen PFM Kemenso Nurul Farijati, dikutip siaran pers.
 
Kedatangan tim survei ini disambut gembira oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto M Rusli Ramli. Dia ingin jagung kuning, jagung putih, umbi kayu, dan ubi jalar dapat dijadikan bahan pangan lokal tambahan dalam program BPNT.
 
Rusli juga berharap dalam penyediaan beras dapat bekerja sama dengan Bulog sehingga kualitas beras sesuai dengan harga dan mampu bersaing dengan harga pasar.
 
"Peningkatan kualitas dibarengi peningkatan kuantitas. Ketika jumlah naik, maka diharapkan kualitas lebih baik lagi. Selain itu diharapkan ketersediaan pasokan beras harus sesuai," ujarnya.
 
Maksimalkan BPNT 2020, Kemensos Survei di Sulsel
 
BPNT merupakan salah satu program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. KPM mendapatkan Rp110 ribu. Rencananya, tahun depan KPM akan menerima Rp150 ribu.
 
"Ini merupakan upaya untuk mengurangi beban pengeluaran KPM. Harapannya dapat mengurangi angka kemiskinan. Tetapi tidak berhenti sampai di situ. Selain memberikan bantuan untuk mengurangi beban pengeluaran pemerintah khususnya pangan, program-program untuk pemberdayaan KPM tetap dilakukan sehingga di satu titik KPM bisa dinyatakan mampu," kata Asdep Bidang Kompensasi Sosial Kemenko PMK Herbin Manihurik.
 
Untuk mendukung sukses BPNT, telah disusun pedoman baru dan disebarluaskan. Perbedaan antara pedoman BPNT yang dibuat awal 2018 dengan 2019 terletak pada perluasan Tahap 2 BPNT, yakni 202 kabupaten pada September dan Oktober 2019 telah menyalurkan BPNT.
 
Dalam pelaksanaan penyaluran BPNT di sejumlah wilayah terkendala infrastruktur dan ketiadaan sinyal (blank spot). Untuk mengatasinya dilakukan melalui kebijakan deskresi, yaitu penyaluran BPNT dilakukan dua atau tiga bulan sekali.
 
Maksimalkan BPNT 2020, Kemensos Survei di Sulsel
 
Strategi berikutnya yaitu penggunaan mesin EDC offline. Setiap e-Warong diberikan mesin EDC. Di wilayah deskresi ini 1 e-Warong melayani dua atau tiga desa.
 
Pada survei yang dilakukan selama dua hari tersebut, Herbin Manihurik mendatangi lokasi program BPNT di Maros, Makassar, dan Jeneponto.
 
"e-Warong di sana cukup lengkap, sudah sesuai yang diharapkan. Tidak hanya menjual beras dan telur, tapi juga menjual bahan pangan lainnya. Ini cocok untuk pengembangan program BPNT 2020 karena tahun depan ada tambahan pangan bernutrisi. Pilihan dari segi karbohidrat, protein, maupun tambahan makanan pendamping ASI dalam rangka menurunkan angka kekurangan gizi dan stunting," ucap Herbin.
 
Contohnya, e-Warong di Dusun Sungguareng. Mereka menjual berbagai macam lauk pauk, memiliki lemari pendingin untuk menyimpan ayam, ikan, atau daging.
 
Program BPNT merupakan transformasi dari Rastra. BPNT dinilai lebih tepat sasaran, penyaluran tepat waktu, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
 
Maksimalkan BPNT 2020, Kemensos Survei di Sulsel
 
"Harapan PMK tahun ini dapat memberikan 15,6 juta KPM di seluruh Indonesia. Tahun depan juga masih 15,6 juta KPM, hanya tambahannya adalah keragaman bahan pangan," kata Herbin.
 
BPNT tahun 2020 juga mendapat dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dalam hal ini BRI diwakili Vice President Divisi Social Enterpreneurship BRI M Taufik Hidayat menyatakan, telah mempersiapkan infrastruktur berupa mesin EDC dan jaringan untuk wilayah blank spot menggunakan satelit BRI.
 
Maksimalkan BPNT 2020, Kemensos Survei di Sulsel
 
Sebagai rekan pemerintah dalam pencairan BPNT, BRI berharap program BPNT 2020 sukses terlaksana. BRI sebagai agen pembangunan yang ditugaskan pemerintah memberikan fasilitas tanpa dikenakan biaya yaitu pengadaan EDC, minimum transaksi, maupun pembayaran jaringan.
 
"Semua full free (gratis). Ini tanggung jawab kita sebagai bank Himbara untuk menyukseskan program pemerintah. Komitmen BRI tahun 2020 adalah mempesiapkan semua e-channel dan memperlebar sayapnya. Diharapkan masyarakat lebih dimudahkan dalam bertransaksi. Ke mana masyarakat melangkah, ada agen bank sehingga masyarakat mempunyai value added (nilai tambah) dengan adanya BPNT ini," kata M Taufik Hidayat.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif