Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. (Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)

Indonesia Ditargetkan Bebas Kekerasan Perempuan dan Anak pada 2030

Nasional kekerasan anak perlindungan anak
Faisal Abdalla • 28 Agustus 2019 15:14
Kepulauan Tanimbar: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Yohana Yembise menyuarakan penghapusan kekerasan terhadap anak di sekolah. Yohana menargetkan Indonesia bebas dari kekerasan anak dan perempuan pada 2030.
 
"Sudah saatnya kita memutus mata rantai kekerasan terhadap anak. Kita tak bisa membiarkan itu terjadi terus," ujarnya saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu, 28 Agustus 2019.
 
Yohana mengatakan untuk memutus mata rantai kekerasan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua tak boleh melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun kepada anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, sekolah juga harus steril dari praktik kekerasan. Dia melarang keras guru dan tenaga pengajar menerapkan metode kekerasan untuk menghukum siswa.
 
Yohana mengatakan jika siswa masih dididik dengam kekerasan, niscaya akan melakukan kekerasan serupa ketika dewasa. "Nanti saat dia berkeluarga, mereka akan pukul istri-istrinya. Mereka akan memukul perempuan-perempuan," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Yohana mengatakan Indonesia sudah meratifikasi konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang penghapusan kekerasan terhadap anak. Menindaklanjuti konvensi itu, Pemerintah RI menerbitkan Undang-undang Perlindungan anak.
 
Instrumen hukum itu, kata Yohana, menjadi dasar untuk menjerat oknum-oknum pelaku kekerasan terhadap anak. "Undang-undang itu melindungi anak Indonesia dari seluruh bentuk kekerasan."
 
"Makanya tadi di sekolah-sekolah saya tanyakan ada kekerasan atau tidak. Karena itu salah satu indikator sekolah ramah anak. Tak boleh ada kekerasan dalam sekolah-sekolah," imbuh dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif