Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi (tengah). (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi (tengah). (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Pengungkapan Dalang Kerusuhan Dinilai Lumrah

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Theofilus Ifan Sucipto • 14 Juni 2019 00:37
Jakarta: Upaya kepolisian mengungkap dalang kerusuhan 21-22 Mei disebut sebagai proses hukum yang lumrah. Hal itu tidak perlu dikaitkan dengan korps atau semangat jiwa korsa purnawirawan.
 
Ketua Badan Setara Institute Hendardi mengatakan dalam konteks Pemilu, jiwa korsa hanya dibenarkan untuk membela demokrasi konstituisonal. Demokrasi itu perlu tunduk pada supremasi sipil melalui Pemilu.
 
"Jadi bukan pertunjukkan anarki yang mengorbankan jiwa-jiwa yang buta politik seperti yang terjadi 21-22 Mei lalu," kata Hendardi di Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hendardi mengapresiasi langkah kepolisian untuk mengusut dalang kerusuhan. Upaya itu dinilai berguna meningkatkan akuntabilitas penyidikan tersangka.
 
"(Pengungkapan) adalah satu satu bentuk upaya transparansi Polri," ujarnya.
 
Polri, kata Hendardi, telah memberi pelajaran berharga mengenai pentingnya demokrasi dan kepentingan politik yang beroperasi dalam kerumuman massa. Dia menyayangkan ada beberapa pihak yang meragukan keterangan Polri.
 
Sementara itu, dia menilai pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kurang ideal. Pasalnya, sudah ada Tim Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) yang dibuat Mabes Polri.
 
"Sepanjang institusi yang ada (Tim Irwasum) sudah bekerja, maka pembentukan TGPF menjadi tidak relevan," pungkas Hendardi.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif