Sekolah lapang kearifan lokal di Kabupaten Jayapura, Papua. Istimewa.
Sekolah lapang kearifan lokal di Kabupaten Jayapura, Papua. Istimewa.

Menggali Potensi Sagu Papua Melalui Sekolah Lapang Kearifan Lokal

Juven Martua Sitompul • 17 Agustus 2022 14:06
Jakarta: Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) kembali menyelenggerakan sekolah lapang kearifan lokal di Kabupaten Jayapura, Papua, pada 15 dan 16 Agustus 2022. Sekolah lapang ini bertempat di Balai Adat Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
 
Kegiatan ini diikuti para pandu budaya (perwakilan pemuda-pemudi adat) dari tiga distrik di Kawasan Danau Sentani. Pada tahap awal pelaksanaan sekolah lapang kearifan lokal dilaksanakan pembekalan proses temukenali potensi objek pemajuan kebudayaan bagi para pandu budaya sekolah lapang.
 
Hadir sebagai narasumber, Ahmad Arif penulis buku Sagu Papua untuk Dunia. Dalam materinya dia mengguggah kesadaran para pandu budaya sekolah lapang mengenai potensi sagu di balik pola perubahan pangan yang terjadi pada generasi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai wilayah yang memiliki ragam varietas sagu, Kawasan Danau Sentani, sangat potensial dalam mendukung ketahanan pangan berdasarkan pendekatan budaya lokal. Dalam tahapan awal sekolah lapang kearifan lokal berupaya mengidentifikasi berbagai pengetahuan lokal dan teknologi tradisional dalam pengelolaan tanaman sagu.
 
Selain itu, para pandu budaya mendapatkan materi mengenai teknik pendokumentasian dan penarasian budaya yang diberikan oleh akademisi IAIN Tulungagung, Akhol Firdaus.
 
"Sekolah Lapang Kearifan Lokal adalah salah satu bentuk pendidikan kontekstual yang bertujuan mendukung proses pemajuan kebudayaan oleh para pemuda-pemudi adat. Ini dapat menjadi media belajar para generasi muda adat kepada para empu budaya (sesepuh dan tokoh adat) dalam pelestarian budaya lokal," kata Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, melalui keterangan tertulis, Rabu, 17 Agustus 2022.
 

Baca: Kemendikbud Sebut Sekolah Wajib Menghormati Keyakinan Siswa


Sementara itu, koordinator kegiatan Sekolah Lapang Kearifan Lokal Deden Haris Muslim menyebut lanskap budaya Sentani memiliki kekayaan ragam potensi budaya yang perlu dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan. Sekolah Lapang Kearifan Lokal dapat mendukung proses tersebut karena menurutnya sekolah lapang kearifan lokal merupakan bentuk sekolah konservasi, sekolah pemberdayaan, dan sekolah regenerasi para pemuda-pemudi adat dalam menjaga alam dan budaya masyarakat adat.
 
Pada akhir kegiatan para peserta menyusun rencana tindak lanjut bersama penyelenggaraan sekolah lapang kearifan lokal ke depannya. Diharapkan berbagai hasil dari penyelenggaraan sekolah lapang akan menjadi bagian dalam festival ulat sagu Kampung Yoboi, Festival Danau Sentani dan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022 di sekitar Danau Sentani.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif