Jakarta: Istilah Festival Qixi mendadak ramai diperbincangkan sampai masuk ke dalam Google Trends pada Kamis, 4 Agustus 2022. Istilah Qixi bahkan sangat asing bagi sebagian besar warga Indonesia.
Yuk kita intip sejarah dan fakta seputar festival kasih sayang asl Tiongkok ini:
Legenda di balik asal mula Festival Qixi
Dilansir dari Global Times, Festival Qixi berasal dari mitos Penggembala Sapi dan Gadis Penenun. Mitos ini berkisah tentang karakter Zhinu dan Niulang, dua rasi bintang yang ditemukan pada Dinasti Zhou Barat. Dunia barat mengenalnya dengan Altair dan Vega.
Dewi yang jatuh cinta ke penggembala sederhana
Legenda mengatakan Zhinu atau Gadis Penenun yang abadi di surga jatuh cinta pada Niulang sang Penggembala Sapi. Niulang adalah seorang petani miskin yang hanya memiliki lembu tua.
Singkat cerita, Penggembala Sapi itu bisa menikahi Gadis Penenun. Setelah menikah, mereka memiliki seorang putra dan putri. Keduanya menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia.
Perpisahan dan cinta abadi
Namun, hubungan keduanya diketahui Kaisar Surga. Hubungan keduanya tidak mendapatkan restu dari Kaisar Surga. Gadis Penenun harus diadili, kembali ke surga, dan terpaksa harus meninggalkan Penggembala Sapi dan anak-anaknya.
Lukisan dinding di Summer Palace Beijing yang memperlihatkan bagian pertemuan Zhinu dan Niulang. Istimewa
Melihat itu semua, Ibu Suri sangat tersentuh dengan kisah cinta keduanya. Pasangan itu diizinkan bertemu di Jembatan Murai setiap setahun sekali pada hari ketujuh bulan lunar ketujuh. Penantian dan pertemuan abadi hingga akhir zaman.
Perayaan Qixi kini
Secara tradisional, Festival Qixi juga dikenal sebagai Festival Anak Perempuan dan Festival Qiqiao. Menurut adat, remaja putri berdoa kepada Gadis Penenun dan berharap mendapatkan suami yang baik seperti Penggembala Sapi pada malam Festival Qixi.
Festival ini awalnya digelar sebagai upacara kekaisaran resmi mulai Dinasti Han. Perlahan, masyarakat umum juga ikut merayakan festival ini.
Festival Qixi kini diberlakukan sebagai Hari Valentine versi Tiongkok. Festival ini digelar agar Pasangan muda bisa merayakannya bersama. Harapannya, pernikahan pasangan muda dapat langgeng bak kisah Zhinu dan Niulang yang penuh kebahagiaan saat ini.
Orang-orang juga merayakan Festival Qixi dengan dengan melihat bintang. Mereka berusaha melihat Vega dan Altair bentangan bintang-bintang Bima Sakti dan mencari Deneb, bintang yang menjadi simbol jembatan yang menghubungkan Vega-Altair.
Jakarta: Istilah
Festival Qixi mendadak ramai diperbincangkan sampai masuk ke dalam Google Trends pada Kamis, 4 Agustus 2022. Istilah Qixi bahkan sangat asing bagi sebagian besar warga Indonesia.
Yuk kita intip sejarah dan fakta seputar festival kasih sayang asl Tiongkok ini:
Legenda di balik asal mula Festival Qixi
Dilansir dari
Global Times,
Festival Qixi berasal dari mitos Penggembala Sapi dan Gadis Penenun. Mitos ini berkisah tentang karakter Zhinu dan Niulang, dua rasi bintang yang ditemukan pada Dinasti Zhou Barat. Dunia barat mengenalnya dengan Altair dan Vega.
Dewi yang jatuh cinta ke penggembala sederhana
Legenda mengatakan Zhinu atau Gadis Penenun yang abadi di surga jatuh cinta pada Niulang sang Penggembala Sapi. Niulang adalah seorang petani miskin yang hanya memiliki lembu tua.
Singkat cerita, Penggembala Sapi itu bisa menikahi Gadis Penenun. Setelah menikah, mereka memiliki seorang putra dan putri. Keduanya menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia.
Perpisahan dan cinta abadi
Namun, hubungan keduanya diketahui Kaisar Surga. Hubungan keduanya tidak mendapatkan restu dari Kaisar Surga. Gadis Penenun harus diadili, kembali ke surga, dan terpaksa harus meninggalkan Penggembala Sapi dan anak-anaknya.
Lukisan dinding di Summer Palace Beijing yang memperlihatkan bagian pertemuan Zhinu dan Niulang. Istimewa
Melihat itu semua, Ibu Suri sangat tersentuh dengan kisah cinta keduanya. Pasangan itu diizinkan bertemu di Jembatan Murai setiap setahun sekali pada hari ketujuh bulan lunar ketujuh. Penantian dan pertemuan abadi hingga akhir zaman.
Perayaan Qixi kini
Secara tradisional, Festival Qixi juga dikenal sebagai Festival Anak Perempuan dan Festival Qiqiao. Menurut adat, remaja putri berdoa kepada Gadis Penenun dan berharap mendapatkan suami yang baik seperti Penggembala Sapi pada malam
Festival Qixi.
Festival ini awalnya digelar sebagai upacara kekaisaran resmi mulai Dinasti Han. Perlahan, masyarakat umum juga ikut merayakan festival ini.
Festival Qixi kini diberlakukan sebagai Hari Valentine versi Tiongkok. Festival ini digelar agar Pasangan muda bisa merayakannya bersama. Harapannya, pernikahan pasangan muda dapat langgeng bak kisah Zhinu dan Niulang yang penuh kebahagiaan saat ini.
Orang-orang juga merayakan Festival Qixi dengan dengan melihat bintang. Mereka berusaha melihat Vega dan Altair bentangan bintang-bintang Bima Sakti dan mencari Deneb, bintang yang menjadi simbol jembatan yang menghubungkan Vega-Altair.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)