Kompleksitas Masalah di Nduga Kerap Menimbulkan Gejolak
Kendaraan melintasi ruas jalan trans Papua Barat yang melintasi hutan lebat di Teluk Bintuni-Manokwari, Papua Barat. (Foto: MI/Susanto)
Jakarta: Faktor kesejahteraan disebut bukan satu-satunya persoalan yang kerap menimbulkan gejolak di Kabupaten Nduga, Papua. Deputi V Kantor Staf Presiden RI Jaleswari Pramowardhani mengatakan kerawanan lain yang terjadi di Nduga adalah soal keamanan.

Menurut Jaleswari bukan tanpa alasan pemerintah memilih Nduga menjadi bagian dari pembangunan di tanah Papua. Nduga termasuk wilayah paling miskin di Papua sehingga perlu segera dilakukan pembangunan kendati berada di zona merah tingkat keamanan.

"Bicara human development index di Papua, Nduga ini yang paling terakhir. Kami melihat betapa keterisolasian, kemiskinan, dan kerawanan soal keamanan menyatu di sini. Karena itu pemerintah memilih Nduga menjadi bagian dari pembangunan Papua," ujarnya dalam Prime Talk Metro TV, Rabu, 5 November 2018.


Jaleswari menyebut ada sejumlah akar persoalan yang oleh pemerintah tengah diupayakan untuk dituntaskan. Jika diurai lebih dalam kasus kekerasan dan aksi kriminal di Papua terjadi karena persoalan kemiskinan, wilayah yang terisolasi, kesejahteraan, sampai diskriminasi yang terakumulasi menjadi sebuah konflik. 

"Namun karena yang terjadi di Nduga ini adalah aksi kriminal bersenjata, pemerintah meminta pelaku dicari, ditemukan, dan diselesaikan secara hukum. Aksi mereka ini keji, bahkan tidak lebih keji dari aksi terorisme," ungkapnya.

Senada dengan Jaleswari, anggota tim kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth mengatakan akar persoalan di Papua memang marjinalisasi dan kriminalisasi. Namun lebih jauh LIPI memetakan persoalan optimalisasi pembangunan yang belum sepenuhnya terjadi terutama di sektor prioritas, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi juga kerap memicu konflik.

"Kalau masih ada satu saja dari peta persoalan yang LIPI rumuskan, selama itu Papua masih menjadi daerah yang bermasalah," ujarnya.

Adriana mengaku sepakat pembangunan di tanah Papua tidak boleh berhenti atas kejadian di Nduga. Dalam hal persoalan kriminal, hukum memang harus ditegakkan tetapi bicara Papua jangka panjang akar persoalan yang mendasar perlu segera dituntaskan.

Dia menambahkan pembangunan infrastruktur memang lebih tampak hasilnya secara kasat mata, apalagi jika didukung dengan kecukupan anggaran. Namun persoalan lain seperti pemenuhan gizi juga tak kalah penting untuk diperhatikan.

"Informasi yang saya dapat di Kampung Saminage, Yahukimo, sudah ada 70 orang meninggal karena kurang gizi dan sakit tetapi tidak ada dokter. Persoalan ini riil tapi tidak muncul ke permukaan kecuali yang terjadi di Asmat. Tapi begitu ada penembakan seolah-olah di Papua hanya didominasi persoalan itu," jelas dia.





(MEL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id