Jakarta: Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur mulai dikenal masyarakat luas. Untuk menggaet lebih banyak wisatawan, 'Tahu Sumba' melakukan promosi di car free day dengan tema 'Dari Barat Pulau Sumba'.
"Promosi ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, pertama terkait dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, artinya dengan banyaknya peningkatan wisata khususnya destinasi di Sumba Barat dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sumba Barat," kata Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Gregorius HBL Pandango di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Oktober 2018
Oris menyebut 'Tahu Sumba' merupakan komunitas perkumpulan anak-anak Sumba yang berada di Jakarta. Mereka dengan giat mengenalkan Sumba lebih luas lagi.
"Anak-anak itu yang mengenalkan keindahan alam, budaya dan seni Pulau Sumba sampai ke mancanegara," tutur dia.
Pembuatan selendang dengan cara tradisional Sumba - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Dalam acara itu panitia menyuguhkan sejumlah acara menarik. Mulai dari tarian hingga pembuatan selendang dan sarung dengan cara tradisional.
Adapula pameran makanan khas Sumba. "Ada juga pinang, makanan khas Sumba, jadi kalau ada acara adat harus ada pinang. Kalau enggak acara tidak akan dimulai, dan wajib dimakan," tutur Oris.
Oris mengaku bakal terus mempromosikan budaya, seni dan wisata Pulau Sumba. Ia yakin, Pulau Sumba akan menjadi tujuan utama para wisatawan untuk berlibur.
"Kami sebagai mitra daripada pemerintah dan sebagai representasi dari masyarakat Sumba Barat, sangat mendukung dalam hal kebijakan anggaran untuk mempromosikan (Pulau Sumba) tidak saja di dalam Indonesia tapi juga di luar Indonesia," pungkas dia.
Makanan khas Pulau Sumba, pinang - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur mulai dikenal masyarakat luas. Untuk menggaet lebih banyak wisatawan, 'Tahu Sumba' melakukan promosi di c
ar free day dengan tema 'Dari Barat Pulau Sumba'.
"Promosi ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, pertama terkait dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, artinya dengan banyaknya peningkatan wisata khususnya destinasi di Sumba Barat dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sumba Barat," kata Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Gregorius HBL Pandango di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu, 7 Oktober 2018
Oris menyebut 'Tahu Sumba' merupakan komunitas perkumpulan anak-anak Sumba yang berada di Jakarta. Mereka dengan giat mengenalkan Sumba lebih luas lagi.
"Anak-anak itu yang mengenalkan keindahan alam, budaya dan seni Pulau Sumba sampai ke mancanegara," tutur dia.
Pembuatan selendang dengan cara tradisional Sumba - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Dalam acara itu panitia menyuguhkan sejumlah acara menarik. Mulai dari tarian hingga pembuatan selendang dan sarung dengan cara tradisional.
Adapula pameran makanan khas Sumba. "Ada juga pinang, makanan khas Sumba, jadi kalau ada acara adat harus ada pinang. Kalau enggak acara tidak akan dimulai, dan wajib dimakan," tutur Oris.
Oris mengaku bakal terus mempromosikan budaya, seni dan wisata Pulau Sumba. Ia yakin, Pulau Sumba akan menjadi tujuan utama para wisatawan untuk berlibur.
"Kami sebagai mitra daripada pemerintah dan sebagai representasi dari masyarakat Sumba Barat, sangat mendukung dalam hal kebijakan anggaran untuk mempromosikan (Pulau Sumba) tidak saja di dalam Indonesia tapi juga di luar Indonesia," pungkas dia.
Makanan khas Pulau Sumba, pinang - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)